bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Tutup Papua TV, Resmikan Papua Bangkit

Friday, August 2nd 2013. | Lukmen

Jumat, 02 Agustus 2013 10:50, Ditulis oleh Gusman, SuaraPerempuanPapua.net

(Jayapura) – Gubenur Papua, Lukas Enembe, kemarin (31/7), meresmikan edisi perdana Majalah Papua Bangkit di Hotel Aston, Jayapura. Gubernur hadir bersama Ibu, Yulce Enembe, dan sejumlah pejabat Pemda Provinsi Papua. Acara ini juga diikuti pemimpin media dan wartawan di Kota Jayapura.

Dalam sambutannya, gubernur mengharapkan dukungan wartawan terhadap program pembangunan pemerintah Papua dalam lima tahun kepemimpinannya, sesuai visi dan misi pemerintahannya: “Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.”

Peran wartawan dalam pembangunan adalah melalui tulisan dan laporan mereka di media mengenai kinerja pemda atau aspirasi masyarakat tentang pembangunan Papua. Enembe menyampaikan salut dan bangganya, bahwa di luar dugaan, wartawan bisa merekam apa yang ia dan wakilnya sudah kerjakan di masa-masa awal kepemimpinan mereka sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Ia memandang tulisan-tulisam dan foto-foto di Papua Bangkit, sebagain besar sudah mencerminkan apa-apa yang sudah ia kerjakan bersama wakilnya; dan karena itu, di sinilah para pembaca bisa mendapatan informasi yang benar seputar kinerja gubernur.

Majalah 110 haman ini berisikan informasi seputar Program Kerja 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal, sejak 10 April hingga 10 Juli 2013 lalu.

Beberapa waktu sebelumnya, Enembe menutup Televisi Mandiri Papua (diganti menjadi Papua TV) lantaran penyelewengan dana pemerintah Provivinsi Papua oleh pihak manajemen, dan menganggurnya puluhan karyawan dan karyawati yang hingga kini bernasib suram.

Albert Bolang, salah satu anggota DPRP dari Komisi C, yang turut hadir dalam peresmian Papua Bangkit, juga sempat mengangkat kasus Papua TV yang kini sudah ditutup oleh gubenur. Bahwa perlu kejelasan pemerintah Provinsi Papua mengenai status puluhan karyawan dan karyawati yang dulu aktif. Apakah akan dipekerjalan kembali atau sudah dipensiunkan.

Menurut Bolang, ada tiga hal yang melilit Papua TV. Pertama, persoalan penyalahgunaan dana. Kedua, hak-hak tenaga kerja dan itikad baik dalam membangun hubungan industrial antara pekerja dengan Papua TV, yang nota bene milik pemerintah Provinsi Papua. Pemerintah harus menyelesaikan masalah ini; jangan melepaskan tanggung jawab.

Ketiga, persoalan investasi, di mana dari awal Papua TV diharapkan menjadi “jendela Papua” yang bisa memberikan informasi mengenai pembangunan Papua, namun akhirnya kandas. Ketiga hal ini harus segera diselesaikan pemerintah Provinsi Papua; bukan membuat nasib karyawan dan karyawati Papua TV menjadi menggantung tak jelas.
Baca 324 kali Terakhir diperbarui pada Jumat, 02 Agustus 2013 10:58

Facebook Comments
tags: , , , ,

Related For Tutup Papua TV, Resmikan Papua Bangkit