bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Bagaimana Budi Daya Jamur Dengan Ampas Sagu?

Monday, September 15th 2014. | Bahasa Indonesia

Monday, 15-09-2014, SP

Pertanyaan:

Pak Wahid, saya Ibu Monim, mau minta saran dan petunjuk cara dan perencanaan usaha rumahan jamur dari ampas sagu. Terima kasih

Ibu Monim di Sentani

Memberdayakan jamur dengan ampas sagu

Jawaban:

Usaha budi daya jamur di Papua masih sangat prospek sekali, karena setahu saya, hingga kini belum ada satupun petani jamur di Papua, sedangkan kebutuhan jamur di restaurant dan rumah tangga dibeli dari toko dalam bentuk jamur kering ataupun kalengan dengan harga yang relatif mahal.

Sedangkan media tanam menggunakan ampas sagu saya belum pernah mendengarnya atau pernah mendengar orang menggunakannya, karena lazimnya media tanam untuk jamur adalah ampas gergajian, jerami padi, alang – alang, limbah kertas atau karton, amas teh, dan ampas tebu.

Namun bila memperhatikan kontur ampas sagu yang serupa dengan medium tanam di atas, rasa – rasanya bisa digunakan sebagai media tanam dan budi daya jamur, hanya mungkin Ibu harus eksperimen dahulu biar hasilnya bisa diketahui.

Yang pasti untuk media tanam ini harus homogen, tidak bisa heterogen, artinya, bila menggunakan jerami padi harus jerami padi semuanya jangan di campur dengan kertas atau karton, atau apabila gunakan ampas gergaji, harus dari pohon yang sejenis, jangan menggunakan ampas gergajian dari beberapa pohon yang berbeda karena berpengaruh pada kualita tumbuh jamurnya.

Jamur juga ada beberapa macam dan jenisnya, yang katanya mahal dan digemari adalah jamur tiram, jamur merang, jamur kuping, jamur lingzhi atau jamur obat, jamur shitake, dan jamu kancing atau jamur putih, dan masih ada beberapa jamur lainnya lagi yang bisa dikonsumsi, tapi yang lazim di budi dayakan adalah jamur merang, jamur tiram dan jamur kuping.

Masing – masing jenis jamur biasanya membutuhkan perawatan, waktu panen, penyediaan rumah tanamnya juga beda – beda, ada yang membutuhkan kelembaban maksimal namun ada juga jamur yang bisa tumbuh di suhu normal.

Namun secara umum budi daya jamur secara umum di mulai dari penyiapan bibitnya dulu, atau kalau Ibu tidak ingin repot bisa membeli bibit jamur yang siap tanam, hanya di Papua nampaknya belum tersedia, tapi sekiranya Ibu tertarik, kami bisa menghubungkan dengan mitra PEC di luar Papua yang kebetulan menyediakan peralatan dan bibit berbagai macam jamur.

Penyiapan bibit jamur sebenarnya tidak jauh beda dengan tahapan mempersiapkan media tanamnya juga, hanya proses inkubasi dan inokulasinya harus lebih steril dan di dalam botol, bukan di dalam polybag seperti media tanam, dan dibutuhkan pelatihan khusus untuk itu.

Adapun tahapan budi daya jamur setelah Anda menyiapkan bibitnya, adalah sebagai berikut :

Persiapan Media Tanam

Pada dasarnya jamur merang memiliki habitat hidup di tempat-tempat berupa sisa tumbuhan atau makhluk hidup yang telah mengalami pelapukan/pembusukan.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa membuat media buatan dari campuran jerami padi tau bisa juga kalau Ibu ingin mencoba dengan ampas sagu dan kapas (50% : 50%), kapur pertanian (2% dari berat jerami dan kapas), bekatul (10%), dan urea (1%).

Fermentasi

Untuk mempercepat proses pelapukan media, Anda bisa melakukan proses fermentasi dengan cara memotong jerami padi dengan ukuran 10-15cm, campur dengan dedak atau bekatul, dan kapur lalu rendam dalam air selama 24 jam.

Setelah itu angkat campuran media tersebut dan tumpuk diatas lantai dengan ukuran 1,5 m x 1,5 m x 1,5 m, kalau Anda ingin membuat media tanam berbentuk hamparan.

Tutup tumpukan media tersebut dengan plastik, dan diamkan 4-6 hari. Setiap 2-3 hari campuran media harus di bolak balik, sebelum akhirnya ditambahkan 10% dedak, 1% superpospat, dan 1% kapur pertanian.

Namun kebanyakan petani jamur di luar Papua menggunakan polybag bening karena lebih mudah saat proses pemindahan dari ruang inokulasi ke ruang inkubasi, walau produksinya agak terbatas karena menggunakan polybag.

Bila menggunakan polybag, isi medium tanam yang sudah di campur ke dalam polybag, padatkan, pasangi semacam cincin paralon di bagian atas lalu sumbat dengan kapas lalu bungkus dengan kertas koran dan ikat mati dengan karet.

Sterilisasi dalam kumbung jamur

Polybag atau hamparan media tanam tadi di sterilisasi dalam kumbung jamur dengan cara memasukan media tanam secara merata di atas rak tanam yang disiapkan dalam kumbung jamur, buatlah ketebalan media dengan ukuran 15-20 cm bila gunakan hamparan.

Tutup rapat kumbung jamur, lalu alirkan uap panas ke dalam kumbung tersebut. Proses ini dilakukan selama 2-4 jam hingga suhu di dalam kumbung jamur naik sampai 70ºC.

Bila menggunakan polybag bisa gunakan cara di uapi dalam dandang yang panas, selanjutnya diamkan rumah kumbung jamur sekitar 24 jam, hingga suhunya kembali turun menjadi 32-35 ºC.

Inokulasi (penanaman bibit)

Penanaman bibit jamur merang dilakukan dengan menebarkan langsung bibit ke media tanam yang sudah di sterilkan yang suhunya sudah kembali normal setelah proses steriliasi, bila gunakan polybag, di buka cincin bagian atas polybag, dan taburkan bibit jamur lalu tutup kembali.

Proses inkubasi bibit jamur merang bisa Anda lakukan di rumah kumbung jamur. Idealnya tingkat suhu yang dibutuhkan antara 32-35 ºC, dengan kelembaban 65%, dan bantuan cahaya lampu TL sebesar 60 watt, bahkan bisa juga di gunakan dalam ruangan ber-AC.

Untuk mempercepat pertumbuhan misellium, kumbung jamur harus tetap ditutup selama minimal 4 – 8 hari, bahkan ada jenis jamur yang hingga sebulan lebih, setelah misellium tumbuh membentuk primordia jamur, maka polybag atau hamparan media tanam bisa di pindahkan ke ruang inkubasi.

Inkubasi

Proses inkubasi bibit jamur merang bisa Anda lakukan di rumah kumbung jamur. Dimana bila gunakan polybag, cincin polybag di lepas sehingga pertumbuhan kecambah jamur lebih leluasa.

Idealnya tingkat suhu yang dibutuhkan antara 32-35 ºC, dengan kelembaban 65%, dan bantuan cahaya lampu TL sebesar 60 watt.

Selama masa inkubasi, media tanam harus rajin di semprot dengan air bersih menggunakan hairspray agar kelembabab kumbung terjaga, untuk daerah panas seperti Papua volume penyemprotan harus lebih sering, 4 – 5 kali sehari, kalau di daerah lembab cukup 2 kali.

Panen

Setelah 10 – 15 hari kemudian dapat dipanen untuk pertama kali, panen berikutnya setiap dua hari sekali secara teratur selama 6 bulan.

Untuk medium tanam ampas sagu, mungkin butuh eksperimen terlebih dahulu, berhasilnya budi daya jamur juga tergantung dengan kebersihan, untuk itu masa inkubasi itu, Ibu harus menjaga ruangan selalu bersih dan steril.

Kiranya penjelasan ini bisa membantu Ibu yang ingin membudi dayakan jamur.

Terima kasih, Salam PEC

Facebook Comments
tags: , , , ,

Related For Bagaimana Budi Daya Jamur Dengan Ampas Sagu?