bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Bagi Orang Indonesia, Namanya Orang Papua Berbisnis itu Tidak Pernah Terjadi

Thursday, December 10th 2015. | Realita

Tidak bisa terjadi karena tidak biasa terjadi. Yang biasa terjadi ialah namanya orang Papua berpkir setiap hari untuk menghabiskan uang, memikirkan untuk mencari uang jangan harap, sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi.

Kalau cerita orang Papua sedang mabuk, sedang bersenang-senang di hotel, sedang berfoya-foya di panai, ya itu pasti ada. Tetapi kalau cerita orang Papua berhemat, berusaha mencari duit, berbisnis, itu cerita yang tidak pernah terjadi, cerita mimpi

Ini pernyataan yang saya, Jhon Yonathan Kwano dengar langsung, dengan dua daun telinga saya langsung, tanpa perantara, tanpa alat bantu. Saya mendengar langsung sementara duduk berdampingan, bersama-sama minum Kopi Papua, yang diproduksi oleh KSU Baliem Arabica di Gudang Baliem Blue Coffee, Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Memang pada waktu pertama-tama saya mendengarnya, kalimat ini begitu pedis, cukup pahit, dan baunya tidak sedap, saya merasa mual-mual. Akan tetapi dua tiga menit kemudian saya sadar, dan saya akui, dan saya terima bersih, bahwa benar, yang ada di benak saya sendiri, yang menjadi kecenderungan saya, yang biasanya menjadi hasrat, ialah “bagaimana cara saya mengeluarkan uang, bukan sebaliknya bagaimana cara saya mendapatkan uang“.

Akhirnya saya putuskan untuk berperilaku sebagia seorang wirausaha, yang setiap hari memikirkan bagaimana cara mendatangkan uang, bukan sebaliknya. Tetapi ini sebuah perubahan kebiasaan, perubahan sesuatu yang sudah melekat, sudah tidak saya sadari tetapi saya jalani selama paling tidak tigapuluh tahun terakhir. Saya berjuang dari sekarang untuk merubah paradigma, cara berpikir dan pola hidup saya sehingga perspsktif orang Indonesia terhadap saya itu perlahan-lahan berubah, sehingga pada akhirnya beberapa tahun berikutnya pandangan ini berubah dan teman yang mengeluarkan pernyataan di atas dapat berbalik dan berkata, “Nah, sekarang baru saya bisa katakan, orang Papua juga bisa disebut wirausaha-wan”.

Saya kaitkan dengan pernyataan Gubernur Lukas Enembe, bahwa di era pemerintahannya beliau mengemban visi Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera. Dan kalau memang visi/ misi ini benar-benar keluar dari lubuh hatinya, dari nuraninya untuk merombak apa yang pernah ada sebelumnya menjadi Papua Baru, maka saya percaya beliau tahu realitas ini, beliau mau mengetahui dan merubah apa yang menjadi perspektif umum ini menjadi Papua yang mandiri dan sejahtera, karena kemandirian dan kesejahteraan yang dimaksudnya bukan diukur berdasarkan kemandirian dan kesejahteraan orang-orang yang berasal dari luar Tanah Papua, tetapi berdasarkan ukuran Orang Asli Papua (OAP).

Saya berdoa kiranya Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal dalam kewenangan sumberdaya yang mereka miliki merangkul para wirausahawan Papua yang berjuang dengan segala kelebihan dan keterbatasan mereka “all-out” demi mempertahankan jatidiri dan hargadiri OAP sehingga masyarakat luar Papua tidak salah memandang, tidak selalu memiliki perspektif yang merendahkan terhadap realitas yang ada di Tanah Papua, pada orang Papua dan terhadap apa saja yang dilakukan oleh orang Papua.

Facebook Comments
tags: ,

Related For Bagi Orang Indonesia, Namanya Orang Papua Berbisnis itu Tidak Pernah Terjadi