bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Banyak Bupati Berbisnis, Banyak SKPD Era Ini adalah Pengusaha Aktif

Thursday, October 22nd 2015. | Realita

“Sayangnya bukannya pengusaha matang, tetapi pengusaha yang mencari proyek pemerintah, pengusaha yang mencari kerja di kantor-kantor pemerintah yang mereka pimpin sendiri. Jadi pantas saja para pengusaha murni di Tanah Papua kewalahan mendapatkan jatah proyek ataupun suntikan dana pinjaman,”

demikian kata Kwano di sela-sela diskusi pengembangan PAPUAmart.com dan Kios KKLingkar.com di Kantor Pusat PAPUAmart.com bertempat di Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Masih lanjut Kwano,

Pejabat di Bank Papua juga memproyekkan banyak program pemberdayaan orang Papua, mereka pekerjakan sanak-keluarga mereka sebagai pemilik proyek, mereka pengambil kebijakan menguncurkan dana. Jadi jangan kaget kalau Kepala pemasaran Bank Papua orang Toraja, maka Kopi Toraja yang dapat gelontoran dana besar-besaran dari Bank Papua, sedangkan Kopi Papua ditinggalkan melarat dan menjerit kekurangan modal sekian tahun lamanya.

Bahkan Memo Gubernur Provinsi Papua yang berbunyi “Proposal seperti ini harus didukung secara masif dan berkelanjutan” dan ditujukan kepada Dinas Perkebunan dan Bank Papua pun tidak pernah digubris sedikitpun, kini kita sudah masuk tahun ke-3, jadi sisah 2 tahun lagi Memo itu telah masuk kuburan, tidak ada gunanya apa-apa.

Nada kecewa ini disampaikan Kwano karena berdasarkan tugas dan tanggungjawabnya sejak tahun 2013 ditugaskan di Kota Gudeg Jogjakarta oleh Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica untuk berupaya mengembangkan penjualan Kopi Papua dirasa telah mencapai targetnya, yaitu di Pasar Online, Kopi Papua produk KSU Baliem Arabica sudah mengambil alih posisi teratas. “Kami sudah sukses kampanyekan Kopi Papua produk KBA di Internet”, katanya.

Oleh karena keberhasilan itulah, maka KSU Bailem Arabica telah menugaskan Jhon Kwano mengembangkan minimarket PAPUAmart.com sebagai toko Offline, menyusul toko Online PAPUAmart.com. Dan kini memasuki bulan keempat, toko Offline, minimarket PAPUAmart.com telah berjalan dan mendatangkan pendapatan sehari-hari untuk usaha ini.

Kwano bertutur,

Ya, memang pendaptaan Toko Online masih sangat kurang, di satu sisi kami terbentur dana pembangunan situs Toko Online yang modern dan bertaraf internasional. Saya sebenarnya bangun situs PAPUAmart.com ini menjadi sebuah marketplace untuk menjual produk dari Tanah Papua dan membelikan produk dari luar buat masyarakat Papua. Jadi PAPUAmart.com saya mau jadikan sebagai lalulintas jual-beli produk untuk orang Papua.

Tetapi cita-cita itu masih belum tercapai. Sampai saat ini masih saja menjadi Toko Online yang semi-offline karena pesanan harus kami terima lewat SMS/ Telepon dan masih harus berkirim-terima email. Kalau dia otomatis, tidak akan begitu lagi. Proses jual-beli akan terjadi secara otomatis. Itu yang kami perlu kembangkan.

Tetapi pemasukan untuk minimarket ada tiap hari, jadi lebih menguntungkan dari sisi bisnis.

Walaupun demikian Kwano masih berharap, berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, bahwa toko Online masih berpotensi untuk dikembangkan karena masih punya prospek menguntungkan secara ekonomi. Untuk itu Kwano katakan, “Saya harus cari investor, entah itu Pemeritah Daerah atau swasta. Saya tidak butuh bantuan, apalagi hibah dan proyek. Saya butuh pinjaman!“.

Pertemuan PAPUAmart.co dengan para calon investor yang ingin berinvestasi di minimarket dan kios binaan KSU Baliem Arabica ini berdiskusi panjang-lebar tentang proses dan prosesdur pendirian minimarket, sistem operasi dan pengerjaan sampai selesai. Diskusi berikutnya direncanakan untuk melakukan presentasi prosedur pendirian minimarket/ kios dan sistem pembagian rugi/ laba dalam usaha ini.

Saat bersinggungan dengan pembahasan tentang invsetasi dari Bank Papua atau pemeritnah daerah, Kwano melanjutkan

Saya sudah bertemu anaknya Bupati, Isterinya Bupati, anak-mantu, keponanakan, adik, kaka Bupati punya proyek besar-besar, menjalankan bisnis Toko, Kios, Koperasi di sana-sini, mengatasnamakan masyarakat, tetapi sebenarnya para Bupati menjadi pejabat yang melayani masyarakat sudah tidak nampak lagi di mata saya. Banyak proyek diberikan kepada isteri dan kerabat para Bupati. Jabatan politik di Tanah Papua, dan di Indonesia saat ini sudah menjadi lahan pendapatan keluarga, bukan lahan pelayanan masyarakat seperti bayangan saya dulu.

Makanya tolong jalan-jalan ke seluruh ibukota Kabupaten di Tanah Papua. Jangan kaget ada Koperasi, ada Toko, Ada Apartemen, Ada Hotel Berbintang, semuanya dibangun atas nama Pemeritah Kabupaten.

Fenomena pejabat Kabupaten merangkap menjadi penguasaha swasta aktif ini tidak saja berkeliaran di Tanah Papua, ini merupakan penyakit pelayanan masyarakat di era modern, di era demokrasi. Tetapi hal ini terutama terjadi karena masyarakat yang berpolitik yang terlalu awal berdemorkrasi di saat kondisi sosial-budaya masih belum modern dan kondisi ekonomi masih di tahap terbelakang dan dunia berkembang. Ada yang percaya demokratisasi membawa kemakmuran, ada juga yang percaya orang makmur yang akan berdemokrasi sesuai prinsip demokrasi, yang masih berkembang dan terkebelakang akan kesulitan berdemokrasi karena mereka masih terpaku kepada kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan daripada kepentingan memakmurkan rakyat.

Paling tidak kita di tanah Papua yang masih innocent dan ignorant dalam berbagai tingkah-langkah dan warna-warni kehidupan modern ini kita perlu memberikan contoh yang dapat dijadikan teladan, yaitu dengan memberikan pelayanan yang optimal, dengan hati yang tulus ikhlas, dan sentuhan kasih, sebagaimana sudah banyak kali disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Kwano katanan,

Saat ini banyak Bupati berbisnis, banyak SKPD ialah Pengusaha aktif. Kalau ini realitasnya, maka jelas idealisme Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera akan kita kubur ditelan waktu, dan itu akan menjadi sebuah sejarah di bidang ilmu Sejarah Cita-Cita, bukan sejarah realitas hidup orang papua.

 

Facebook Comments
tags: , , ,

Related For Banyak Bupati Berbisnis, Banyak SKPD Era Ini adalah Pengusaha Aktif