bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Jhon Yonathan Kwano: Saya Menjadi Jelas, Ada yang Tidak Nyambung

Wednesday, October 21st 2015. | Realita

Antara Apa yang Dicita-citakan dan Diucapkan Gubernur dengan yang Terjadi kelihatan ada kabel yang terputus.

Banyak pejabat SKPD dan Bupati/ Walikota yang tidak menjalankan Arahan Perintah Gubernur Provinsi Papua tetapi mereka sibuk dengan agenda mereka masing-masing, dengan kepentingan pribadi dan golongannya sendiri-sendiri“, kata Jhon Kwano

Setelah saya mencaritahu dan mencoba memahami apa-apa yang dikatakan oleh Gubernur Provinsi Papua dan memahami apa yang dikatakan Wakil Gubernur Provinsi Papua sejauh ini saya menjadi sadar, bahwa sungguh, ada yang tidak beres. Sudah beberapa tulisan disampaikan dalam blog ini tentang arti Papua Bangkit! tetapi tiba-tiba timbul jelas fakta ketidak-beresan itu.

(sayang sekali Wakil Gubernur hanya mulai berkata-kata belakangan ini, di bulan Oktober 2015. Saya harap beliau terus berkata-kata, supaya kita paham apa yang beliau inginkan untuk tanah leluhurnya dalam kapasitas sebagai orang nomor dua di tanah ini).

Menurut Kwano,

Saya contohkan air di Kali Kosong Kampung Harapan, yang Gubernur dan Wakil Gubernur-pun pasti mengenalnya. Kali itupun punya lagi, “Nona Rosmina kena celaka di Kali Kosong Kampung Harapan”. Mengapa kali ini disebut Kali  Kosong? Karena ia disebut kali, tetapi air tidak pernah mengalir, air tidak pernah kelihatan mengalir. Ia tinggal kering. Yang kelihatan ialah pasir-pasir kali. Jadi ada bekas kaki tetapi tidak ada orangnya. Ia biasa lewat hanya pada saat hujan deras, lalu dia lewat dalam jumlah banyak (banjir) dan banjir inilah yang mengangkut pasir-pasir tadi.

Kali Kosong ini banjir, berarti kali ini sebenarnya ada sumbernya, dia tetap mengalir, cuma ia hanya mengalir sampai ke jembatan Kampung Harapan pada saat hujan lebat/ banjir.

Gubernur Papua dan Wakli Gubernur Papua sudah berkali-kali, lewat berbagai media, sudah jelas mengatakan mereka berkeinginan membangun Tanah Papua, mereka mau Papua Bangkit, mereka mau Papua Mandiri dan mereka mau Papua Sejahtera.

Mereka berdua sudah menggelontorkan dana 80% dari Otsus ke Kabupaten, dan tinggalkan 20% untuk provinsi. Mereka sudah melakukan pertemuan-pertemuan strategis maupun teknis, yaitu musyawarah rencana pembangunan dan evaluasi kerja, dan apa pun namanya yang bertujuan mengevaluasi kinerja masing-masing SKPD di provinsi maupun kabupaten.

Tetapi Jhon Yonathan Kwano berkesimpulan

Kali di atas sana mengalir, tetapi di jembatan ini tidak mengalir. Hanya mengalir waktu hujan lebat. Jadi pasti ada yang tidak benar di tengah-tengah. Mungkin dana 80% yang diserahkan ke Kabupaten dengan niat baik itu justru sudah banyak yang salah digunakan.

Bukan itu saja, para SKPD di Provinsi-pun kelihatan jelas-jelas bicaranya tidak nyambung, antara yang Gubernur katakan dan yang dikatakan para pejabat di Gubernuran tidak nyambung. Atau sengaja tidak mau dituruti.

Hanya satu, Ketua Bappeda saja yang kelihatan mencoba untuk secara 100% taat kepada arahan Gubernur. Selain dari itu, saya tidak lihat ujung-ujung yang jelas, yang pasti air tidak mengalir di Jembatan Kali Kampung Harapan.

Berarti air tidak mengalir, entah karena dialirkan ke tempat lain, ditampung di dalam bak, atau dialirkan ke bawah tanah, sehingga saya tidak lihat,

demikian kata Kwano.

Kalau ada saja orang Papua yang duduk perhatikan kata-kata dan tingkah laku Asisten I, Asisten II, sampai Asisten IV dan Ketua Bappenda Provinsi, Walikota Jayapura, Bupati Jayapura, sampia semua Bupati di Provinsi Papua, atau baca Cenderawasih Pos, Papua Pos, dan Tabloid Jubi setiap hari dan membandingkan antara yang dicita-citakan dan yang terjadi di lapangan, maka kita dapat katakan faktanya lauh berbeda daripada yang diinginkan.

Dan kalau kita teliti penyebab perbedaan fakta dan cita-cita itu maka jelas terlihat para SKPD di provinsi, Wali Kota dan Bupati sebenarnya mendayung ke arah yang berbeda-beda, tidak mendayung searah Gubernur dan Wakil Gubernur. Kalaupun mereka mendayung ke satu arah, mereka-pun mengayunkan dayung perahu di hitungan waktu yang berbeda-beda, sehingga perahu “Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera!” ini akan menjadi sebuah idealisme yang terkubur oleh waktu, karena dikuburkan oleh para SKPD di Provinsi, Kota dan Kabupaten.

 

Facebook Comments
tags: , , , , , , ,

Related For Jhon Yonathan Kwano: Saya Menjadi Jelas, Ada yang Tidak Nyambung