bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Ketergantungan kepada Produk Luar dan Kemandirian Ekonomi Papua

Thursday, September 3rd 2015. | Perspektif

Ketertanguntan kepada produk luar Tanah Papua dalam bidang yang menjadi kebutuhan pokok sampai kepada kebutuhan sekunder dan tersier menjadi ukuran bagi orang Papua untuk menyatakan diri apakah mandiri atau tidak. Kebutuhan pokok manusia seperti rumah dan makan-minum bila kita membiasakan diri dari produk luar Tanah Papua seperti beras, supermi/ indomie, susu, ikan kaleng, garam, vetsin, Masako, minyak goreng dan biskuit dan sebagainya, maka dipastikan manusia Papua-lah yang pertama akan menderita dan mati kalau tingkat ketergantungannya terhadap produk luar tersebut sangat tinggi. Misalnya saja, kalau orang Papua tidak bisa hidup tanpa nasi, maka dipastikan gejolak ekonomi yang memaksa pulau Jawa untuk tidak mengirim beras ke  luar pulau-nya akan memaksa orang Papua untuk harus menahan diri dari makan nasi. Akibatnya terpaksa manusia Papua akan menderita kelaparan, dan akhirnya mati.

Dengan kata lain, kemandirian orang Papua yang utama dan pertama harus ditunjukkan kepada diri sendiri dan kepada dunia dengan mulai mengkonsumsi dan membiasakan anak-cucu kita makan makanan Pokok Papua, yaitu sagu dan umbi-umbian. Kita jangan berbangga diri sebagai orang Papua kalau sajian sarapan, makan siang dan makan malam dipenuhi dengan makanan produk luar seperti nasi, indo/super mie dan sebagainya. Kita jangan pernah bangga sebagai orang Papua, karena saat musibah tiba, kita yang akan duluan lewat, meninggalkan Tanah Papua dan ke-Papua-an kita.

Hal kedua yang perlu kita perhatiakn selain membiasakan diri mengkonsumsi makanan lokal ialah menghargai, melindungi dan mempromosikan kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur orang Papua. Dengan dasar kearifan lokal itulah dapat kita berdiri dan berbangga diri. Tanpa itu, kita sebenarnya sama saja dengan mayat berjalan, kelihatan orang Papua, tetapi sebenarnya ke-Papua-an kita telah menjadi mayat.

Masing-masing suku-bangsa di Indonesia seharusnya sadar bahwa dengan mengkonsumsi makanan lokal dan menghargai serta melindungi kearifan lokal sebenarnya telah meletekkan fondasi yang kokoh buat ketahanan pangan dan ketahanan sosial-budaya kita sehingga nilai-nilai budaya kita tidak terkikis oleh arus globalisasi, pluralisme dan multikulruralisme, dan kita tidak punah pada saat terjadi kelaparan di mana-mana.

Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal telah mencanangkan sebuah slogan kampanye berbunyi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. Akan tetapi, tanpa kemandirian dan ketahanan pangan, tanpa apresiasi, proteksi dan promosi kearifan lokal orang Papua di Tanah Papua, kebangkitan itu tidak akan terwujud, jangankan kemandirian dan kesejahteraan. Yang akan terjadi justru kematian, yang membawa ketergantungan dan kemelaratan.

Facebook Comments
tags: , , , , , , ,

Related For Ketergantungan kepada Produk Luar dan Kemandirian Ekonomi Papua