bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Manusia Bermentalitas Kawin Janda dan Kemandirian Papua

Thursday, July 30th 2015. | Perspektif

“Kemandirian Papua tidak bisa terjadi kalau manusia bermentalitas janda masih merajalela di Tanah Papua”, demikian cetus Joseph Baweng, Ketua Lembaga Sahabat Alam Papua (SAPA) kepada saya, Jhon Yonathan Kwano menanggapi fenomena pencalokan Bakal Calon pejabat seluruh Tanah Papua menjelang Pilkada yang akan berlangsung di seluruh tanah Papua pada Desember 2015.

Mentalitas kawin janda tidak punya idealisme. Dia pragmatis sempit, oportunis yang tidak punya nyali. Dia katakan

“Ah, ini sudah ini, yang penting enak di lidah, enak di gigi. sedikit bisa cerewet-cerewet, tertawa terbahak-bahak, yang penting bisa mandi di kolam renang. Itu orang yang gaya-gaya begitu. Tiap hari jalan pegang pisau jalan ke sana-kemari untuk potong daging makan. Tidak bisa begitu dong, semua orang perlu makan.”

katanya sembari menunjukkan wajah gelisah bercampur marah, bercampur senyum. Bayangkan semacam apa warna dan rasa wajah itu?

Dia pikir itu begini. Awal-awal itu bagus. Tidak uang itu, atau belum dapat jabaatn itu orang bicara bagus sampai Tetapi ketika kita ada uang atau dapat jabatan, pikiran-pikiran sehat itu tiba-tiba terbawa ke mana, simpan ke mana, entah siapa yang bawa, siapa yang simpan. Pikiran-pikiran itu kasih tinggal. Yang tidak masuk dalam kebutuhan awal itu yang . Dia ikut pendatang baru, pikiran baru, yang bukan inti, itu datang tamu biasa saja. Tapi dia bawa yang itu, kebutuhan yang itu yang dia bawa. Itu bukan kebutuhan yang substasi.

Sama dalam program. Yang tadi pikiran rakyat itu, buang jauuuh ke sana. Pikiran untuk rakyat, kepentingan pembangunan, itu terbuang jauuuuuuh skali.

Tidak ada uang itu negosiasinya bagus. Kalau sudah ada uang, mulai berwacana hal-hal yang unrealistic. Sesuatu yang tidak pernah ada itu menjadi realistic dan menjadi penyelamat. Keinginan-keinginan melulu yang datang, bukan kebutuhan. Keinginan-keinginan itu yang muncul dan menjadi kebutuhan mendadak dan realistis. Padahal tadinya menjadi sesuatu yang unrealistic.

sambung Baweng sambil duduk berdiskusi di Kantor SAPA, di mana ada PAPUAmart.com sebagai payung perkantor 1 Atap di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05, Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Manusia bermentalitas kawin janda sudah lama merajalela di Tanah Papua, jauh sebelum Gubernur Lukas Enembe ada. Oleh karena itu, kalau kita mau benar-benar Papua bangkit untuk Mandiri dan Sejahtera, maka kita tidak hanya bangunkan harimanu yang sedang tidur, yang pernah diumumkan Gubernur Provinsi Papua sebelumnya, Barnabas Suebu, yang saat ini sedang ada sebagai tahanan Komisi Pemberatantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. Papua tidak hanya harus bangkit, tetapi juga harus membebaskan diri dari mentalitas kawin janda.

Mentalitas kawin janda biasanya berkeliaran di tengah masyarakat yang sudah tidak berdaya, masyarakat yang telah kehilangan kepercayaan dirinya, masyarakat berputus harapan, masyarakat yang menurut Dr. Benny Giay, “Memenuhi syarat untuk dijajah!”, entah apapun bentuk dan wujudnya, manusia bermentalitas janda ialah manusia yang pantas untuk diatur, dan diatur.

Facebook Comments
tags: , , , ,

Related For Manusia Bermentalitas Kawin Janda dan Kemandirian Papua