bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

OAP Melihat Jakarta dan Indonesia sebagai Masalah atau Solusi?

Friday, October 16th 2015. | Perspektif

Tulisan dengan judul yang sama tetapi berbeda posisi antara kata “masalah” dan “solusi” dalam bentuk pertanyaan ini saya kembali ajukan dalam rangka memperdalam perspektif diri kita orang Papua dan pihak lain yang terkait dengan hidup kita.

Pertanyaan pertama “apakah solusi atau masalah”, dan pertanyaan sekarang “apakah masalah atau solusi” dalam pandangan orang Papua terhadap Jakarta dan Indonesia.

—–

Dalam tulisan sebelumnya dikatakan bahwa sebenarnya “solusi” atau “masalah” sangat ditentukan oleh OAP itu sendiri, bagaimana cara dia memandang dirinya dan memandang Jakarta dan Indonesia.

Sekarang kita lihat dari sisi lain lagi, yaitu sisi “mengapa pertanyaan ini muncul?”

Dan jawabannya jelas, karena ada sedikit, sejumlah, kebanyakan atau hampir semua orang Papua meilhat diri sendiri dengan patokan melihat hubungan Papua dan Jakarta, secara otomatis dan secara langsung, tanpa embel-embel, tanpa basa-basi, tanpa berpikir panjang lebiar. Setiap ada masalah, setiap ada kekurangan, setiap ada kendala, setiap ada musibah, “Jakarta dan Indonesia menjadi sasarannya!”

Dengan dasar realitas ini, kita perlu memutar otak sedikit dan bertanya kebalikan dari pertanyaan di atas, yaitu “Jakarta dan Indonesia melihat OAP sebagai masalah atau solusi?”

Di situ maka kita sudah memasuki arena yang lebih luas, wilayah pemikiran yang keluar dari orang Papua sendiri. Kalau begitu kita perlu tulis kembali pertanyaan ini, yaitu seperti ini, “Apa pikiran OAP, apakah Jakarta dan Indonesia melihat OAP sebagai masalah atau solusi?” maka dia kembali kepada pokok pemikiran pertama, yaitu cara orang Papua melihat dan menilai dirinya menjadi titik berangkat pemikiran untuk menjawab pertanyaan ini.

Memang kita hraus akui realitas bahwa ada saja pandangan di Jakarta, ada saja pandangan di Indonesia yang melihat OAP sebagai masalah, bukan solusi, melihat budayanya sebagai masalah, bukan modal dasar pembangunan kemajemukan. Akan tetapi, apakah oleh karena itu OAP juga ikut-ikutan membalas melihat Jakarta dan Indonesia sebagai masalah?

Kalau kita berpikir dalam patokan saling membalas, maka kita tidak jauh berbeda daripada seorang anak kecil yang selalu berpikir untuk membalas dan membalas. Pemikiran yang mandiri, yang menunjukkan kebangkitan moral dan mental orang Papua menuju Papua yang sejahtera ialah menerima semua yang sudah terjadi sampai saat ini sebagai modal dasar untuk membangun diri sendiri, membangun keluarga, membangun sanak-saudara dan marga, membangun suku, dan membangun bangsa Papua.

Itu baru kita bilang ada tanda-tanda Papua Bangkit! Karena dengan kebangkitan itu akan mendatangkan kemandirian. Dan kemandirian menghadirkan kesejahteraan. Tanpa itu OAP akan duduk selalu menunjuk jari telunjuk ke luar, padahal ial lupa jari-jari mayoritas yang lain sedang mengarah kepada diri sendiri.

 

 

Facebook Comments
tags: , , , , ,

Related For OAP Melihat Jakarta dan Indonesia sebagai Masalah atau Solusi?