bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera Menurut Jhon Yonathan Kwano (3)

Tuesday, October 20th 2015. | Perspektif

Catatan Ketiga  saya tentang motto “Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera” dari Lukas Enembe dan Kelemen Tinal ini berputar kepada Arti Leterlek: yaitu (1) Apa artinya Papua Bangkit, (2) Apa artinya Papua Mandiri; dan (3) Apa artinya Papua Sejatera. Ketiganya saya uraikan dalam artikel yang berbeda-beda, jadi ada tiga artikel yang membahas Arti Leterlek dari Motto ini.

Saya perlu nyatakan di sini bahwa saya tidak pernah bertemu dengan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Kelemen Tinal, mereka juga tidak mengela saya. Saya mengenal mereka dari dua sumber utama: (1) cara mereka bicara, dan (2) cara mereka bertindak, tetapi terbanyak dari cara mereka berbicara atau berkata-kata.

Arti Ketiga dari “PAPUA Bangkit!” (3) : Papua Bangun dari Posisi Berbaring

Ada tiga arti leterlek, yaitu “Papua berdiri dari posisi duduk”, “Papua menjadi hidup dari kematian”, dan “Papua bangun dari posisi berbaring”. Masing-masing punya konotasi yang sedikti berbeda, oleh karena itu saya tidak mau berputar-putar di perbedaan. Saya memfokuskan diri kepada persamaan arti dari ketiga arti leterlek ini.

Kalau motto “Papua Bagkit!” ketiga ialah “bangun dari berbaring”, maka memang artinya hampir sama atau termasuk ke dalam arti pertama dan juga arti kedua. Kesamaan dengan arti pertama ialah dalam hal tindakan dalam rangka “bersiap” menyambut sesuatu atau seseorang, tidak harus berdiri dari duduk, tetapi termasuk juga bangun dari berbaring.

Sementara kesamaan dengan arti kedua ialah dari posisi badan yang sebelumnya berbaring menjadi duduk atau duduk menjadi berdiri, artinya badan yang sebelumnya tidak bergerak menjadi bergerak, atau yang sebelumnya mati menjadi hidup.

Orang bisa saja dibaringkan ketika tidak bernyawa, atau tergeletak (dalam posisi berbaring di atas tanah) kalau sudah meinggal, atau bisa juga belum meninggal dunia tetapi sedang beristirahat, berbaring atau juga tidur. Dalam kondisi ini secara fisik tubuh memang “berbaring”. “Papua bangkit!” artinya bangun dari posisi berbaring, atau juga bangun dari posisi tidur.

Arti pertama dan kedua dari “Papua bangkit!” lebih spesifik, tetapi arti ketiga ini ambiguous atau mendua karena ia bisa berarti bangkit dari kematian, atau juga berdiri dari posisi duduk atau duduk dari posisi berbaring.

Yang jelas, maskud daripada “Papua bangkit!” ialah berubah posisi, dari tidak berbuat apa-apa menjadi berbuat apa-apa, dari istirahat menjadi bekerja, dari tidak ada apa-apa menjadi apa-apa, dari tidak bergerak menjadi bergerak, dari terlupakan menjadi pasti diingat, dan sederet arti lainnya.

Apa saja yang pernah terjadi di tanah Papua selama Papua berbaring, dan apa saja yang bakalan dilakukan di era Lukmen setelah Papua bangkit merupakan catatan yang harus kita pegang, sehingga kita tidak terlena dengan berbagai lips-services yang menghina-bobohkan kita dan melupakan esensi dari kebangkitan Papua.

Esensi kebangkitan Papua terletak kepada yang dimaksud dengan “Papua” dalam konteks ini: Apakah Papua manusianya, atau Papua tanahnya, atau Papua provinsinya? Perihal arti “Papua” akan kita bahas dalam tuilsan lainnya dalam seri ini.

Facebook Comments
tags: , , , , , , ,

Related For Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera Menurut Jhon Yonathan Kwano (3)