bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Siaran Pers: Gubernur Papua Lukas Enembe: Papua Membutuhkan Sentuhan Kasih

Sunday, August 30th 2015. | Lukmen

SIARAN PERS

GUBERNUR PAPUA, LUKAS ENEMBE

“GUBERNUR PAPUA: PAPUA MEMBUTUHKAN SENTUHAN KASIH”

Jayapura (21/8/2015). Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengajak semua elemen bangsa untuk membangun Tanah Papua dengan pendekatan Kasih yang menerapkan langkah-langkah afirmatif guna menyelesaikan permasalahan yang khas di Tanah Papua. Sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Daerah, Gubernur bersama MRP dan DPRP Papua telah melakukan berbagai perubahan pendekatan pembangunan untuk membangun Papua yang lebih baik dalam ikatan NKRI, ujar Gubernur Lukas Enembe.

Dalam konteks hubungan pusat – daerah, Pemerintah Provinsi Papua menjalankan berbagai kebijakan Nawacita yang ditetapkan di dalam RPJMN Tahun 2015-2019. Karena itu, kunjungan kerja Presiden Joko Widodo,
menjadi bagian dari sentuhan Kasih dari Pemerintah Pusat dalam menyapa rakyat Papua dan juga dilihat sebagai upaya memantapkan berbagai kebijakan negara di Provinsi Papua.

Dalam kaitan dengan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Papua, Gubernur Lukas Enembe menjelaskan bahwa dalam kunjungan pertama ke Papua pada akhir Desember 2014, Gubernur Lukas Enembe menjemput Presiden Joko Widodo di Bandara Sentani, pada tanggal 27 Desember 2014 untuk merayakan Natal Bersama di Kota Jayapura. Selanjutnya, Gubernur Lukas Enembe menemani Presiden Joko Widodo ke Wamena, Jayawijaya, pada 28 Desember 2014, dan melepas Presiden Joko Widodo di Biak, pada 29
Desember 2014.

Sedangkan dalam kunjungan kedua ke Papua pada 8 – 9 Mei 2015 lalu, Gubernur Enembe menjelaskan ia masih tahap pemulihan dari sakit, dan menugaskan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, untuk menemani Presiden Joko Widodo di Jayapura, pada 8 Mei dan kunjungan ke Merauke, pada 9 Mei 2015.

Gubernur Enembe mengurai bahwa Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura yang di-groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada 8 Mei 2015 adalah salah satu terobosan Pemerintah Provinsi Papua sejak April 2013, dengan membuat skema cost-sharing antara Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura.

Dalam perspektif Papua, Jembatan Holtekamp dijadikan landmark Indonesia di hadapan kawasan Pasifik, dan sebagai simbol kemajuan infrastruktur di wilayah perbatasan RI – PNG.

Demikian pula, menurut Gubernur Enembe, panen raya di Merauke pada 9 Mei 2015, merupakan bagian dari pendekatan wilayah adat Animha di Papua yang menjadikan Merauke sebagai sentra pangan di Kawasan Timur Indonesia.

Selanjutnya, Gubernur Enembe, yang dilantik pada 9 April 2013, menceritakan selama ini telah berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk menata pendekatan pembangunan yang lebih khas ke-Papua-an. Salah satu terobosan itu adalah dimasukkannya pendekatan pembangunan ekonomi wilayah berbasis 5 kesatuan adat (Mamta, La Pago, Me Pago, Animha, dan Saireri) ke dalam RPJMN Tahun 2015-2019.

Terobosan pendekatan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua, adalah bagian dari komitmen Presiden Joko Widodo di dalam membangun Indonesia dari pinggiran dengan pola desentralisasi yang asimetrik, ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Sedangkan dalam hal Freeport Indonesia (FI), menurut Gubernur Lukas Enembe, menjadi agenda strategis dalam RPJMD Papua. Kehadiran Freeport dan dampaknya sangat terkait dengan kesejahteraan rakyat Papua, sehingga diperlukan penataan peran FI terhadap rakyat Papua maupun terhadap peningkatan kapasitas fiskal Pemda Papua dan Kabupaten-Kabupaten sekitar usaha produksi Freeport Indonesia. Upaya Pemda Papua untuk menata usaha pertambangan di Papua adalah penjabaran amanat dari UU No. 21/2001 perihal Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Untuk itu, sejak April 2013 lalu, Pemerintah Provinsi Papua telah mengajukan 17 poin aspirasi Papua dalam untuk re-negosiasi antara FI dan Pemerintah. Dimana 11 poin baru sebagai aspirasi Papua dan 6 poin lainnya yang menjadi agenda dari Pemerintahan periode 2009-2014, dan saat ini 17 aspek re-negosiasi tersebut dilanjutkan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said.

Demikian pula, Gubernur Lukas Enembe, mengurai persoalan tingkat kemahalan yang terjadi di Tanah Papua. Karena itu, salah satu terobosan yang dilakukan sejak tahun 2014 adalah membalikkan formula pembagian Dana Otonomi Khusus menjadi formula 80 : 20. Pemda Papua serahkan 80 persen untuk Kabupaten/Kota, dan hanya 20 persen dikelola oleh Pemerintah Provinsi.

Ini adalah komitmen baru dan keberpihakan Pemda Papua untuk mendekatkan pelayanan rakyat di 29 Kabupaten/ Kota di wlayah Provinsi Papua.

Jayapura, 21 Agustus 2015

Facebook Comments
tags: , , , , , ,

Related For Siaran Pers: Gubernur Papua Lukas Enembe: Papua Membutuhkan Sentuhan Kasih