bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Yang Diwaspadai Orang Indonesia Timur Saat Datang ke Indonesia Barat ialah “Takut Ditipu”

Wednesday, December 9th 2015. | Aneka Berita

Mulai dari pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku sampai Tanah Papua biasanya mempersiapkan mental baik-baik untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat dan biasanya terjadi di pulau Jawa. Bagi kami orang Indoensia Timur, Jawa itu penuh dengan persoalan, entah itu persoalan banjir, polusi, tanah, dan terutama persoalan sosial-budaya yang berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan hidup, penipuan dan pencopetan.

Sejak tahun 1980-an, saya masih di SMP saja cerita tentang bahayanya kita hidup di pulau Jawa sudah diceritakan dan menyebar ke mana-mana. Bahman dalam cerita-cerita Mob (atau semacam stand up comedy seperti itu di Indonesia Timur disebut Mob) banyak sekali cerita tentang orang Indonesia Timur tertipu, dicopet, diperas dan sebagainya. Orang yang belum tahu becak, Bemo, dan taxi pun dijelaskan juga apa itu Bemo, apa itu becak, apa itu kereta api, lengkap dengan harus duduk di kursi yang mana, harus menghadap ke arah mana, harus bicara apa utnuk menghindari segala kemungkinan buruk yang ada di pulau Jawa, pertama-tama harus mengatakan apa saaat di salami “Selamat pagi/siang/sore/malam” memang sudah banyak diceritakan. Semacam pembakalan sebelum datang ke Jawa.

Masalahnya pembekalan terhadap orang Indonesia Timur sebelum datang ke Jawa ini berlangsung seumur hidup. Diperkuat lagi dengan berita-berita malapelata yang melanda di Tanah Jawa: banjir, , polusi, kebakaran, masalah sosial, masalah ekonomi, masalah keamanan, ini semua memperkuat dan menambah matang persiapan para calon pendatang ke pulau Jawa ini. Saya Jhon Yonathan Kwano adalah salah satu peserta pembekalan dimaksud.

Sekarang saya sudah datang ke Tanah Jawa berkali-kali. Tetapi di balik memory saya masih ada saja cerita-cerita itu muncul, dan warning itu biasanya sudah tampil dalam benak saya jauh-jauh hari saat saya memutuskan untuk datang ke Jawa.

Dari antara semua peringatan ini, yang paling kuat dan paling keras bersuara saat ini ialah “Awas! Jangan sampai kau ditipu, atau tertipu lagi!” Memang says secara pribadi sudah tertipu berulang-ulang. Apalagi diperkuat dengan pengalaman pertama datang ke pulau Jawa tahun 1998, waktu itu pertama saya turun ke Bandara Sukarno Hattta, Cengkareng Jakarta, dan langsung saya ditipu. Saya dibawa putar-putar keliling Jakarta, dari pagi sampai tiba ti tempat tujuan di Jakarta Selatan pada malam hari. Ya, maklum saja waktu itu saya datang pertama kali, dtambah tidak ada Internet, tidak ada Mobile Phone, yang ada Wartel dan telepon rumah.

Sampai bulan Desember 2015 ini, saya punya memory itu masih kuat, dan saya punya was-was itu masih kuat. Pertanyaan saya sewaktu dan sebelum datang ke Jawa ialah “Apakah saya akan ditipu lagi? Kalau ya, berapa kali kena tipu kali ini ya?”

Akibatnya apa?

Dampaknya besar. Semua yang jujur, semua yang benar, semua yang tidak tergolong “tipu” atau “menipu” akhirnya kena semua menjadi “tipu”, semua yang seharusnya saya tanggapi secara wajar akhirnya saya tanggapi dengan waas-was, dengan curiga, dengan latarbelakang pemikiran yang penuh pertanyaan, “Ini tipu apa benar?”

Otak saya dengan pertanyaan ini langsung “hilang” begitu saya tiba di Makassar sampai ke Tanah Papua. Pertanyaan dan was-was langsung hilang.

Ini pengalaman saya, saya menduga kuat, pengalaman semua orang dari Indonesia Timur punya pengalaman yang mirip, kalau tidak sama. Begitu bukan? Kalau benar, sampaikan pengalaman anda ke saya: jykwano@gmail.com

Facebook Comments
tags: , , , , ,

Related For Yang Diwaspadai Orang Indonesia Timur Saat Datang ke Indonesia Barat ialah “Takut Ditipu”