bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

BRI Sentani Menolak KUR Buat PAPUAmart.com: Kapan Papua Mandiri Terwujud?

Sunday, August 28th 2016. | Realita

BRI (Bank Rakyat Indonesia) Cabang Sentani terbukti jelas tidak berpihak dalam pelayanannya kepada usaha-usaha yang dijalankan oleh Orang Asli Papua di atas Tanah Papua. Petugasnya berpura-pura senyum dan melayani dengan manis, padahal dalam kenyataannya sangat rasis dan tidak memperdulikan usaha-usaha Orang Asli Papua yang punya tanah leluhur pulau New Guinea.

Bank Rakyat Indonsia saat ini dengan bangga mempromosikan diri sudah meluncurkan satelit di pulau New Guinea dan dengan demikian memiliki keperdulian khusus kepada orang Papua. Padahal tidak demikian. Dalam kenyataannya pelayanan sangat rasis. Pelayanan kepada orang Papua yang datang ditunda-tunda, seolah-olah para pegawai sibuk ini dan itu. Tiba saatnya untuk bicara setelah berhari-hari menuggu giliran bicara, tahu-tahu disuruh siapkan ini dan itu.

Syarat pengajuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) BRI juga dirubah-rubah, dari sertifikat tanah, BPKB mobil dua buah, sampai Surat Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan sebagainya. Setiap saat satu syarat dipenuh, maka dimintakanlah syarat yang baru, sampai-sampai syarat itu tidak pernah berkurang, tetapi terus bertambah dari hari ke hari.

Sampai syarat mereka habis, hampir saja kita dimintakan Kartu Anggota Orang Asli Papua, tetapi itu tidak terjadi.

Setelah kehabisan syarat, kami-pun ditawarkan 10% dari total KUR yang kami ajukan. Jelas-jelas kami tolak, karena kami merasa perbuatan BRI sama sekali tidak manusiawi, dan kedua tidak menghargai kami sebagai pemilik tanah ulayat pulau New Guinea yang di atasnya BRI berdiri dan berbisnis. Ditambah di udara New Guinae satelit BRI diluncurkan. Tetapi pelayanannya kepada para pemilik hak ulayat tidak manusiawi.

Kami harus menyatakan hal ini setelah lebih dari 6 bulan menunggu penjelasan dan kebijakan dari BRI cabang Sentani tetapi tidak berhasil. Usaha minimarket PAPUAmart.com yang pertama di Jalan Raya Sentani, Hawai dan kedua di Pertigaan Jalan Post Tujuh Sentani kami jalankan dengan modal sendiri, dikumpulkan oleh para petani kopi.

Kami mau mengembangkan minimarket pertama 24-jam di Tanah Papua ini di seluruh Kota Jayapuyra dan Kabupaten Jayapura, kemudian di kabupaten lain di seluruh Tanah Papua dan membutuhkan suntikan dana pertama sebesar Rp.10 Milyard Rupiah. Untuk itu kami mintakan KUR Rp.500.000.000,- kepada BRI cabang Sentani sebagai pemicu pengembangan ekonomi  OAP menuju Papua Bangkit1 untuk Papua Mandiri dan Papua Sejahtera sebagaimana dicanangkan Lukas Enembe sebagai Gubernur Provinsi Papua.

Cita-cita selalu ada dan biasanya lebih tinggi daripada realitas har ini. Dan cita-cita itu dapat dicapai. Untuk itu Lukas Enembe seharusnya didukung oleh seluruh pemegang kekuasaan sumber-sumber ekonomi dan keuangan di Tanah Papua untuk pertama-tama mengembangkan usaha-usaha OAP di tanah leluhur kami. Kalau tidak ada kesan, Indonesia datang ke Tanah Papua hanya untuk menduduki dan menguasai, serta menjajah Tanah Papua, menghabisi orang Papua dan kalau mau berkembang, ditekan habis.

Facebook Comments
tags: , , , , ,

Related For BRI Sentani Menolak KUR Buat PAPUAmart.com: Kapan Papua Mandiri Terwujud?