bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Gubernur Papua: Perda Pelarangan Minuman Beralkohol untuk Lindungi Rakyat Papua

Friday, April 1st 2016. | Lukmen

Jayapura – Beritasatu, [Jumat, 01 April 2016 | 14:58 ] Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Papua Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran dan Penjualan Minumal Berakohol, merupakan langkah protektif Pemprov Papua untuk menyelamatkan dan melindungi penduduk di daerah itu.

Perda ini, kata Lukas Enembe, juga mendapat dukungan kuat dari semua elemen di Papua. “Salah satu bentuk dukungan kuat itu adanya penandatanganan pakta integritas pelarangan minuman berakohol oleh Forkompimda tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Lukas Enembe di Jayapura, Jumat (¼)

Penandatanganan pakta integritas itu dilakukan pada Rabu (30/3) malam saat rapat kerja daerah para bupati/wali kota se-Provinsi Papua di Jayapura.

Isi pakta integritas tersebut pertama, mencegah pemusnahan penduduk di Provinsi Papua yang disebabkan oleh minuman beralkohol. Kedua, pelarangan produksi, pengedaran, dan penjualan minuman beralkohol ke provinsi, kabupaten, kota, distrik dan kampung-kampung di Provinsi Papua.

Ketiga, Pemerintah Papua akan bekerja sama dengan instansi terkait dalam mengawasi pelarangan kegiatan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol. Keempat, melaksanakan Perda Provinsi Papua Nomor 15 Tahun 2013 tentang Miras, dan kelima sejak penandatanganan pakta integritas ini, maka semua kegiatan dalam bentuk produksi, distribusi, dan penjualan minuman beralkohol di Provinsi Papua tidak berlaku.

Menyusul perda yang didukung oleh komitmen dalam pakta integritas tersebut, Lukas Enembe juga telah menerbitkan Instruksi Gubernur Papua Nomor 3 /INSTR-GUB/Tahun 2016 tentang Pendataan Orang Asli Papua dan Pelarangan Produksi, Pengedaran dan Penjualan Minumal Berakohol di bumi cenderawasih itu.

Instruksi tersebut intinya untuk mendata penduduk orang asli Papua di seluruh kabupaten/kota maupun yang berada di luar Papua sesuai status kependudukannya. “Kebijakan ini demi menyelamatkan dan melindungi penduduk Papua dari ancaman kehancuran akibat miras, “ kata Lukas Enembe.

Dalam perda itu, melarang atau tidak merekomendasikan produksi, pengedaran, dan penjualan minuman berakohol jenis apapun yang memabukan di wilayah ini.

Lukas meminta agar semua pemangku kepentingan yang ada di provinsi paling timur Indonesia itu harus mendukung kebijakan yang telah dikeluarkan dan disepakati bersama, karena pemerintah ingin melindungi g asli Papua atau penduduk pada umumnya dari kepunahan yang sedang mengincar lewat peredaran minuman berakohol yang bisa berujung pada perbuatan kriminal dan kematian.

“Ini adalah langkah maju, sejarah yang sedang kita buat untuk masa depan anak cucu kita. Orang Papua harus maju dengan pendidikan dan kesehatan yang terjamin,” kata mantan Bupati Puncak Jaya, Papua itu.

Lukas menyatakan dukungannya kepada pemerintah pusat melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua yang gencar melakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika demi menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh obat-obat terlarang.

Generasi muda Papua, katanya, juga bagian dari penerus masa depan bangsa, jangan sampai terkontaminasi dengan narkoba serta minuman berakohol yang memabukkan.

Suara Pembaruan

Robert Isidorus/Jeis Montesori/JEM

Suara Pembaruan

Facebook Comments
tags: , ,

Related For Gubernur Papua: Perda Pelarangan Minuman Beralkohol untuk Lindungi Rakyat Papua