bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Menteri Harus Punya Kacamata yang Tepat dalam Melihat Papua

Tuesday, March 15th 2016. | Perspektif

Menanggapi langkah menteri Koperasi Republik Indonesia AAGN Puspayoga sebagaimana disiarkan dalam Antaranews.com pada tahun 2015 di mana beliau mendorong pelatihan dan program pembimbingan langsung oleh kementerian di Jakarta ditanggapi Jhon Kwano bahwa niatan dasarnya dan maksud hati memang jelas bersih dan baik, tetapi wujud tindak-lanjutnya tidak tepat dalam konteks dan realitas kebutuhan masyarakat Papua saat ini. Ada pihak di Papau yang mengorotinya, bukan dari sang meteri, tetapi dari para perusak pembangunan di Papua. Menurut Kwano,

Kementerian Pusat dan Jakarta masih melihat orang Papua tanpa keterampilan, sama sekali belum tahu apa artinya pembangunan, Dengan dasar itu  kalau Menteri di Jakarta yang urus pelatihan cara buat kue, lalu nantinya orang Papua yang bersangkutan urus apa? Orang Papua yang harus memacu dirinya belajar sendiri bagaimana cara membuat kue. Itu pengetahuan dasar yang harus dia pelajari sendiri. Orang Papua itu manusia, biarkan dia mengejar ketertinggalannya. Dinas-dinas di provinsi dan kabupaten yang harus membantunya. Biarkan dinas-dinas yang menangani hal-hal kecil seperti ini sehingga di tingkat kementerian di Jakarta mengurus hal-hal yang punya skope regional dan global.

Yang diperlukan oleh orang Papua hari ini bukan “mengelola ikan bandeng ini, supaya nilai jualnya lebih mahal dari harga sebelum diolah”. Menurut komentar orang Papua lainnya, informasi seperti cara membuat kue, cara memancing dan memproses ikan bandeng, dan sebagainya disediakan lewat Televisi dan video-video dan disebarkan secara gratis di Tanah Papua. Tidak perlu langsung ditangani oleh sebuah Kementerian atau seorang Menteri.

Jhon Kwano melihat kebutuhan orang Papua saat ini jauh berbeda daripada yang diberikan Jakarta selama ini:

Yang kami butuh saat ini ialah sumber-sumber kekuatan ekonomi, sumber-sumber distribusi kekuatan ekonomi dan perangkat perekonomian yang harus didekatkan kepada orang Papua dan dipermudah bagi orang Papua. Latihan-latihan seperti ini biarpun sudah diikuti seribu kali, diikuti oleh jutaan orang Papua, tetapi kalau sumber-sumber ekonomi dan keuangan masih jauh dari jangkauan orang Papua, maka ilmu yang sedikit tidak akan berkembang, malahan akan mati.

Menurut Jhon Yonathan Kwano,

kalau pelatihan bagaimana cara buat kue, bagaimana memancing ikan, bagaimana cara mengolah ikan, ini semua lagu lama. Menter-meinteri Jokowi jangan menyanyikan lagu lama. Yang dibutuhkan di Papua ialah terobosan pendekatan pembangunan dan terobosan menteri Koperasi mengangkat pengusaha pemula dan kecil dari Tanah Papua sehingga tampil di desa, distrik, kota/kabupaten, provinsi dan hingga ke Indonesia dan Melanesia. Kwano kembali katakan,

Kami tidak butuh know-how, yang kami butuh ialah suntikan-suntikan modal yang besar-besaran, pinjaman-pinjaman lunak jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang memadai. Pemda garus turun membawa Laptop Data Entrepreneur Papua, mendata sejarah, mendata kondisi hari ini, mendata kebutuhan, dan mendata rencana entrepreneur dimaksud ke depan, dan mendata apa yang bisa pemerintah lakukan untuk menopang mereka. Masukan-masukan yang ada lalu diseminarkan dan diformulasikan, untuk selanjutnya diambil kebijakan pendanaan dan pengembangan usaha. Kalau pelatihan, itu pekerjaan LSM, bukan pemerintah.

Langkah apa saja yang diambil Jakarta seharusnya berangkat dari padangan terhadap orang Papua yang tepat. Jakarta dan kementerian di Jakarta harus melihat orang Papua sebagaimana adanya,

“Kalau warna Papua-nya salah, maka langkah yang diambil oleh pejabat penting di Indonesia-pun tetap salah. Kacamata pejabat di Jakarta harus diganti, mereka harus datang beli kacamata di PAPUAmart.com untuk melihat Papua secara jelas dan dengan kejelasan itu mereka punya warna yang tepat untuk Papua.”

Facebook Comments
tags: , , ,

Related For Menteri Harus Punya Kacamata yang Tepat dalam Melihat Papua