bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

PAPUA Mandiri: Antara Teori dan Praktek di Tanah Papua

Friday, August 19th 2016. | Perspektif

Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal mengusung motto: “Papua Bangkit! untuk MAndiri dan Sejahtera” dalam kampanye mereka tahun 2013, dan telah memenangkan Pilkada karena orang Papua menanggapi motto ini sebagai sebuah peluang bagi orang Papua untuk bangkit dari kematian, bangkit dari keterbelakangan, bangkit dari ketertiduran, dan bangkit dari situasi malas tahu. Seperti ditulis dalam blog ini, kebangkitan orang atau bangsa Papua itu telah menjadi nyata terutama setelah sejumlah kebijakan yang telah diambil oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua sejauh ini. Yang paling membanggakan ialah penandatanganan Pakta Integritas terkait Perda Pelarangan Miras di Provinsi Papua.

Walaupun Perda-nya telah lama disahkan, pelaksanaannya telah lama tertunda gara-gara banyak kepentingan bercokol dalam menghambatnya. Terpaksa Lukas Enembe – Klemen Tinal mengumpulkan kekuatan, mengundang semua Bupati dan Walikota se-provinsi Papua dan menandatangani Pakta Integritas. Itulah titik kebangkitan orang Papua.

Sekarang Papua Mandiri

Papua Mandiri kita perlu pahami sebagai sebuah kondisi di mana

  1. Orang Asli Papua tidak merasa asing di tanah leluhurnya sendiri;
  2. Orang Asli Papua tidak merasa ditindas, dijajah, dianiaya, diteror, diintimidasi
  3. Orang Asli Papua tidak melarat dan mengemis, baik menjadi pengemis di jalan-jalan maupun menjadi pengemis berdasi
  4. Orang Asli Papua memiliki wewenang dan kekuasaan untuk mengatur sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimilikinya di atas Tanah Papua, tidak terlalu banyak di-interfensi oleh Jakartta, TNI dan Polri
  5. Orang Asli Papua merasa aman hidup di tanah leluhurnya sendiri, tidak merasa ditindas, dijajah, dianiaya, diteror, diintimidasi
  6. Orang Asli Papua memiliki toko, hotel, kapal laut, pesawat dan menjalankan bisnis berskala kecil dan berskala besar di atas tanah leluhur mereka.
  7. Orang Asli Papua memberikan izin tambang, izin penebangan kayu, izin investasi kepada siapa saja yang hendak masuk ke Provinsi Papua, tanpa intervensi Jakarta
  8. Orang Asli Papua akhirnya menyatakan “Indonesia Merdeka” tanpa harus dipaksakan, direkayasa, dimanipulasi, dibawah tekanan Polri dan TNI.

Itu-lah kira-kira kondisi Papua Mandiri! yang dapat digambarkan.

Pertanyaannya, apakah salah satu dari antara lain delapan petunjuk Papua Mandiri! ini telah nyata pada hari ini, per tanggal 20 Agustus 2016?

Dalam teori memang, Papua Mandiri artinya Orang Asli Papua menjadi tuan di atas tanah Papua. Tetapi faktanya menunjukkan lain. Banyak KUR BRI, KUR Bank Papua, KUR BNI disiarkan dalam media di Tanah Papua telah disalurkan trilyunan Rupiah. Tetapi banyak orang Papua tidak mendapatkannya. Banyak Orang Asli Papua mengeluh dan meminta kepada Tuhan Yesus di atas langit sana, dengan air mata dan sungutan, “Ya, Tuhan di manakah Engkah? Di mana keadilan daripada-Mu? Di mana bukti janji-janji-Mu menghadirkan keadilan di atas tanah ini?”

Orang Asli Papua, termasuk jaringan PAPUAmart.com Group Companies selalu bertanya-tanya, “Apa maksud Lukas Enembe dengan Papua Mandiri?” Kami dari PAPUAmart.com Group Companies mendapati realitas entrepreneurship di Tanah Papua yang penuh dengan diskriminasi, penuh dengan curiga-mencurigai, penuh dengan kekerasan, penuh dengan sikap rasis-fasis, yang sangat menguras energi dan pikiran. Kami temukan, sumber-sumber perekonomian di Tanah Papua masih sangat ketat dan sangat exclusive dikuasai oleh pihak-pihak yang menjadi gemuk dari penderitaan orang Papua, kemelaratan orang Papua, dan kebangkrutan usaha-usaha orang Papua.

Papua Mandiri dalam teori memang sangat manis, sangat sedap di bibir, sangat merdu di telinga. Tetapi Papua Mandiri dalam pengelaman hidup sehari-hari begitu menyakitkan. Kita bisa saja simpulkan dalam pertanyaan, “Betapa sialnya dilahirkan sebagai orang Papua! Tuhan tidak adil! Tuhan, di manakah Engkau?

Atau lebih baik daripada menyalahkan oknum ilahi, lebih baik kami tanyakan saja kepada Lukas Enembe:

  1. Hai Lukas Enembe, di manakah engkau?
  2. Mana janji-mu?
  3. Tahukah engkau bahwa Papua Bangkit sudah terjadi, tetapi Papua Mandiri sudah macet total?
  4. Mengapa engkau mempercayakan proyek Papua Mandiri dijalankan oleh orang-orang non-OAP yang setiap hari bekerja untuk memalangkan nasib orang Papua, memiskinkan OAP, mematikan inisiatif dan usaha-usaha OAP?
  5. Mengapa engkau, Lukas Enembe begitu butanya sehingga tidak melihat ini semua?
  6. Apakah kami, PAPUAmart.com Group harus belikan Kacamata Cembung atau Cekung dari Singapore atau Hong Kong untuk membaca realitas Papua Mandiri yang sudah menjadi nyata sebagai Papua Melarat! ini?
Facebook Comments
tags: , , ,

Related For PAPUA Mandiri: Antara Teori dan Praktek di Tanah Papua