bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Perda Miras dan Kebangkitan Kita Orang Papua

Saturday, March 26th 2016. | Perspektif

Sudah ditulis dalam artikel sebelumnya, betapa Lukas Enembe sebagai Gubernur Provinsi Papua dan Yunus Wonda sebagai Ketua DPR Papua telah lantang dan terbuka, secara tegas mengatakan bahwa Perda Miras harus diterbitkan dan semua pihak harus tunduk kepada aturan yang akan diberlakukan. Kalau kita selidiki sebenarnya wacana Perda Miras ini sudah bergulir sejak dua tahun lalu (2014) tetapi entah kenapa tidak begitu terang dan tegas disuarakan. Baru akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 ini kelihatan sekali Lukas Enembe dan Yunus Wonda bersikeras Perda Miras harus diberlakukan.

Tidak ketinggalan Anggota DPR Papua lainnya dan Sekda Provinsi Papua Dosinaen juga terus terbuka menyatakan tentang pemberlakuan Perda Miras dalam waktu dekat. Silahkan simak berita di PAPUA.ws dan situs PAPUAmandiri.biz ini.

Sudah disinggung juga Perda Miras menunjukkan betapa Gubernur Papua Lukas Enembe menunjukkan kemandiriannya, walaupun ada desakan dan rayuan dari berbagai pihak, dengan alasan ekonomi, sosial dan politik, bahwa Perda Miras hanya diberlakukan “pembatasan” dan “pengendalian”. bukan “pelarangan”.

Sekarang tiba giliran kita, kami satu per satu, oknum demi oknum yang menamakan diri Orang Asli Papua (OAP). Apa artinya buat kita?

Bagi saya, Jhon Yonathan Kwano, Perda Miras artinya gong “kebangkitan orang Papua” dari penjajahan yang begitu lama oleh alkohol dan persoalan turunannya. Sudah lama kita kenal istilah “Bar, Bir, Bor”, yang artinya di bar ada bir, dan bir menyebabkan perilaku manusia tidak beradab, tidak manusiawi. Tidak perlu disebutkan apa perilaku dimaksud, karena sungguh memalukan, karena sudah banyak kali dilakukan orang Papua, karena masing-masing kita punya pengalaman pribadi.

Kita bangkitan dari belenggu alkohol! Kita bangkit dari dampak Miras! Kita bangkit dari cengkeraman alasan ekonomi, alasan bisnis, alasan PAD yang selama ini dipakai untuk membiarkan orang Papua mati secara sosial, budaya, politik dan secara fisik.

Mari, kita sebagai OAP, kita punya harga diri dan martabat, kita sebuah bangsa yang perlu menjaga keutuhan rohani, jasmani, mental, sosial, budaya. Kita sebagai ciptaan Tuhan harus menunjukkan kepada bangsa lain di dunia bahwa Tuhan yang menciptakan Tanah dan Bangsa Papua bukan asal-asalan, dan bukan untuk mabuk-mabukan. Kami orang Papua sejak nenek-moyang punya budaya, punya adat, punya harga diri dan martabat, yang selama ini direndahkan oleh Alkohol.

Masing-masing kami harus berani mengatakan dengan terbuka dan terucap di mulut kepada sang Alkohol,

Hai Alkohol! Saya Hentikan Engkau saat, detik ini! Engkau tidak berkuasa lagi atas diriku! Saya orang Papua, dilahirkan dengan harhat martabat dan identas yang berbeda untuk memuliakan Tuhan dengan apa yang ada pada saya. Saya buang semua stigma orang Papua pemabuk, orang Papua pelacur, orang Papua emosional, orang Papua tiduran di got-got, orang Papua tidak tahu diri, semuanya keluar dari diriku, semuanya lenyap dari diriku. Semuanya bersumber dan berawal dari dalam engkau Miras. Aku tolak Engkau demi nama Tanah dan Bangsaku!

Anda dapat memakai kata-kata sendiri, tetapi pada intinya harus ada tindakan individu, oknum OAP masing-masing untuk melepaskan diri dari kebiasaan mengkonsumsi Miras karena walaupun ada pelarangan, walaupun ada pembatasan, kalau OAP sendiri masih rakus, masih mengejar dan mencuri-belinya, sama saja kita mendatangkan kutuk di atas kepala kita, kaum-kita, suku kita, bangsa kita.
Mari kita keluar daripada kekangan maut, kekangan yang merugikan, kekangan yang merusak namabaik, citra, hargadiri dan martabat orang Papua sebagai sebuah bangsa. Mari kita tunjukkan kepada dunia, bahwa orang Papua dari sononnya bukanlah pemabuk, bukan pelacur, bukan pemarah. Orang Papua sejak nenek-moyang kita hidup ramah, bersahabat dengan lingkungan sekitar, penuh disiplin dan punya budaya kerja keras.

Itu yang akan membuat orang luar akan merasa segan. Itu pertanda Papua sudah bangkit. Itu titik awal menuju Papua Mandiri. Bagaiman masih tergantung ke Alkohol ko mau mandiri? Apalagi mau sejahtera? Itu baru hidup kita akan memuliakan Tuhan. Itu baru akan jadi buah bibir orang, Tanah Papua hidup tertib dan aman, manusianya kaya dengan budaya dan sopan-santun, hidup harmonis dengan alam sekitar. Dengan demikian, Tanah Papua yang menjadi rebutan semua bangsa itu juga kemudian hari manusia Papua menjadi buah bibir sekalian bangsa.

Facebook Comments
tags: , , , , ,

Related For Perda Miras dan Kebangkitan Kita Orang Papua