bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Saya Pernah ditanya, “Pejabat Papua itu Gendut Semua ya, Ada Yang Kurus Nggak?”

Tuesday, March 29th 2016. | Aneka Berita

Waktu itu saya, Jhon Yonathan Kwano, menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Unicity International, sebuah perusahaan yang memproduksi herbal untuk detox (detoksifikasi) dan pelangsingan tubuh. Produk mereka sudah saya konsumsi selama beberapa tahun belakangan. Pada saat saya hadir dalam pertemuan, semua orang bertepuk tangan. Saya tidak mengerti mengapa mereka begitu, tetapi kemudian hari saya tahu alasannya.

Saat saya tanya dikatakan begini, “Ini baru pertama kali saya ketemu orang Papua, yang di Jakarta, yang badannya tidak besar, yang tidak gendut, maksudnya, makanya tadi saya mulai tepuk tangan dan semua orang itu.” Yang katakan ini seorang ibu asal Lampung, dia sudah lama ikut menjadi Business Associate (BA) dan bagi saya waktu itu saya baru saja bergabung. Ibu ini bercerita tentang betapa ia bergulat dengan penyakitnya dan betapa suaminya juga tertolong. Dia juga ceritakan bisnis Unicity yang telah membantu dirinya dan keluarganya dalam aspek ekonomi.

Saya penasaran, saya lanjut bertanya kepadanya, “Apa yang memicu ibu punya kesan pertama langsung begitu?” Ibu tadi menjawab dengan cepatnya,

Kan kesan saya selama ini orang Papua itu perutnya pada keluar, badannya kan sering tampil di Tipi-Tipi itukan pada gendung. Saya nonton Bupati, si Gubernur, dan juga di sini ada orang Papua, di gedung ini juga ada. Nanti Pak lihat, semuanya pada gendut. Itu kesan saya selama ini, orang Papua itu rata-rata gendut. Tetapi tadi saya baru pertama kali lihat orang Papua ini tidak gendut. Makanya saya ngajak teman-teman tepuk tangan.

Coba Mas Jhon jawab, Ada yang kurus nggak sih?

Saya langsung jawab, yang kurus ada di sini, di depan mata-kepala saat ini.

Percakapan itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) buat saya. Saya bandingkan ini ibu seorang yang tidak terlalu berpendidikan tinggi. Ia paling tinggi tamatan SMA/ SMU/ SMK. Bahasa Indonesia-nya masih sangat sederhana, lebih kental logat Melayunya. Dia sudah lama ada di perusahaan ini dan secara sadar dan sengaja mencaritahu orang-orang mana yang perlu diterapi supaya menjadi langsing, jadi dia benar-benar punya fokus siapa orang gendut. Dan dia sudah lama memikirkan ini. Dan sekarang saya ditembak di tempat, dan saya akui benar.

Saya lalu ingat semua pejabat di seluruh Tanah Papua, mulai dari Gubernur sampai ke Kepala Desa, saya hitung, hampir 90% semuanya berbadan gendut. Baru Sekretaris Desa saja sudah gendutnya minta ampun. Masih kuliah di Yogyakarta saja, anak-anak sudah berbadan, artinya sepeti mengandung tiga bulan.

Ini sebuah realitas yang sebelumnya saya tidak kritis masuk ke dalam rasional saya. Kini saya menjadi lebih peka.

Saya selalu merasa malu, menutup mata, bikin diri seolah-olah tidak lihat, saat para pejabat dari Tanah Papua muncul di Televisi, yang pasti badannya gendut, karena saya merasa seolah-olah ibu dari Lampung ini sedang ada di layar Tipi itu, dan mengingatkan saya tentang betapa rata-rata gendutnya orang Papua.

Saya lalu bertanya kepada diri saya: Apa penyebabnya?

Saya temukan satu hal yang aneh pada diri pejabat Papua, yaitu “Belenggu dan cengkeraman Miras, minuman yang beralkohol”, dan kecenderungan ini merata, mulai dari pejabat nomor satu, nomor dua sampai nomor ke sekian ribu di kampung dan rimba di Tanah Papua. Saya hanya dapat menghitung dengan jari, orang Papua yang tidak pernah minum Miras. Sama dengan pandangan BA Unicity dari Lampung tadi, saya juga akan menjadi kaget kalau ada orang Papua yang mengaku saat ini “Saya  tidak pernah Miras”.

Papua dan Miras menjadi identik, menjadi tidak percaya bagi orang lain kalau ada orang Papua mengaku Miras adalah musuhnya.

Sekarang yang membuat semua orang di Indonesia menjadi tidak percaya ialah saat Gubernur Lukas Enembe dan Klemen Tinal, mengatakan “Stop Miras!” di Tanah Papua. Saya yakin masih ada orang di Indonesia yang tidak percaya dengan pernyataan ini. Walaupun didukung elemen orang Papua, biar didesak Ketua DPRP Yunus Wonda, masih saja ada orang di Indonesia tidak yakin ini benar-benar keluar dari hati-nurani orang Papua. Alasannya mudah, “Mereka tahu, orang Papua sama dengan Miras, tanpa Miras itu bukan orang Papua, buktinya banyak pejabat dan mahasiswa Papua gendut, kan?”

Yang punya jamu “gendut” itu kan orang Jawa, bukan orang Papua. Lalu apa penyebanya? Apakah orang Papua juga minum jamu gendut? Apakah orang Papua kelebihan porsi makan-minum? Apakah itu tanda-tanda Tanah Papua subur-kaya-raya sehingga manusianya tidak sanggup sampai makan-minum berlebihan?

Dengan Perda Pelarangan Miras di Tanah Papua yang sebentar lagi diperlakukan ini, saya yakin akan punya jawaban yang tegas dan jelas terhadap pertanyaan BA Unicity tadi, “Pejabat Papua itu Gendut Semua ya, Ada Yang Kurus Nggak?”. Saya akan katakan kepada dia, ya, sekarang banyak orang Papua langsing dan kurus, berkat bantuan Lukas Enembe dengan Perda Miras-nya pada tahun 2016.

Facebook Comments
tags: , , , , ,

Related For Saya Pernah ditanya, “Pejabat Papua itu Gendut Semua ya, Ada Yang Kurus Nggak?”