bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Seribu Teman Tidak Cukup, Satu Musuh Terlalu Banyak

Saturday, October 15th 2016. | Perspektif

Satu prinsip sambungan dari ucapan seorang pemimpin dari Sulawesi Selatan yang saya sampaikan sebelumnya¬†Pertama Diawali Dengan Positive Thinking, Kedua Seribut Teman Itu Belum Cukup. Artikel ini ternyata belum tuntas, karena saya hanya baru bicara tentang berpikir positif. Kalimat lanjutannya ialah bahwa “seribu teman tidaklah cukup, satu teman terlalu banyak.”

Artinya, dalam hidup ini, mari kita ciptakan banyak teman, dan terus-menerus, setiap saat berpikir untuk menambah teman, menambah teman dan kawan. Dan hindarilah permusuhan, kalau satu-pun, kita tidak boleh tinggal aman, kita harus berusaha pertama-tama dan sekuat-tenaga menciptakan perdamaian, persaudaraan, menjauhi permusuhan, konflik dan cekcok.

Dalam kaitannya dengan huungan Indonesia dan Papua, sebagaimana saya ulas dalam artikel sebelumnya, kita kembali lagi berpikir ulang dan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah orang Papua harus selalu bermusuhan dengan orang-orang yang selama ini kita anggap sebagai musuh, lawan, penjajah, penjarah, pencuri, peneror, pembunuh? ataukah kita berusaha untuk selalu berdamai, bersaudara, bersahabat dengan sesama, di manapun kita berada, kapan-pun. Memang ini sangat sulit, tetapi paling tidak kita punya pelajaran hari ini, bahwa seribu teman tidak cukup sedangkan satu mush sudah terlalu banyak.

Mari kita belajar, dan terus belajar, untuk menjalani hidup ini.

Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahera dapat diwujudkan oleh orang-orang Papua, yang pertama-tama berdamai dengan dirinya sendiri, berdamai dengan sanak-saudara dan keluarganya, berdamai dengan suku-bangsanya dan brdamai dengan sesama umat manusia, siapapun dia, karena satu musuh itu terlalu banyak, dan seribu teman itu masih terlalu sedikit.

Facebook Comments
tags: , ,

Related For Seribu Teman Tidak Cukup, Satu Musuh Terlalu Banyak