bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Siapa Sering atau Suka Minum Miras, Dialah Budak Hari ini

Saturday, August 20th 2016. | Perspektif

Siapa sering atau suka minum harus baca artikel sebelumnya “Fakta Di Dunia: Miras Kebanyakan Menjadi Kesenangan Bangsa Budak“. ¬†Melanjutkan pemikiran dalam artikel ini, sekarang kita katakan “siapa sering atau suka minum Miras, dialah budak hari ini.” Tidak perduli engkau seorang pejabat, raja, ketua, kepala, pimpinan, kaya, miskin, akar rumput, lelaki, perempuan, tua, muda, patokannya jelas, dan satu saja: “Siapa sering, atau kalau tidak sering, menyukai, atau merasa suka minum Miras ialah ciri pertama dari kaum budak di seluruh dunia, dalam sejarah manusia.” Dan sebagian besar negeri dan wilayah kaum budak ditandai dengan berbagai macam persoalan sosial, budaya, ekonomi dan politik.

Berkaca kepada kehidupan yang ada di Tanah Papua, kita Orang Asli Papua selalu duduk di kursi, di para-para, di dalam kendaraan, berbaring, sambil melakukan berbagai hal, selalu melihat dan menunjuk jari kepada “Jakarta” sebagai pemicu dan penyebab, pemupuk dan penyebab berbagai persoalan yang melanda kehidupan orang Papua.

Mulai dari kemiskinan, kemelaratan, keterbelakangan, pelanggaran HAM, perusakan alam, teror, intimidasi, ya, di antara banyak hal kami ingat hal-hal ini sebagai contoh. Ini semua terjadi dan melanda kehidupan orang Papua saat ini. Lalu kalau orang Papua ditanya sama orang non-Papua, “Apa penyebabnya?” Maka selalu menjawab “Jakarta” atau “orang Jawa” atau “Orang Indonesia” sebagai penyebabnya.

Apakah benar begitu?

Jangan dulu begitu sobat. Anda tahu manusia siapapun yang di dunia ini, yang selalu mengkambing-hitamkan orang lain sebagai penyebab apa yang dialaminya ialah manusia budak. Ciri utama manusia budak ialah pemabuk, kalau bukan pemabuk suka minum, kalau bukan suka minum, senang melihat orang minum, karena akhirnya dia sendiri akan tertarik minum.

Sekarang periksalah hati masing-masing. Lihatlah ke dalam diri sendiri. “Apakah Anda suka? Senang? Sering? Merasa senang? kalau orang minum miras? Kalau jawabanntya ada, Anda harus menerima kenyataan bahwa Anda adalah seorang budak.

Apa pekerjaan seorang pemabuk?

Dia akan sok jagoan. Dia akan sok benar, sok pintar, sok ini dan sok itu.

Seorang pemabuk akan tampil di tengah orang lain sebagai orang hebat.

Kita harus sadar, bahwa sang pemabuk pada hakikatnya ialah seorang budak. Ia diperbudak bukan oleh orang lain, bukan oleh bangsa lain, bukan oleh negara lain. Ia diperbudak oleh dirinya sendiri. Ya, ia diperbudak oleh nafsu pribadinya sendiri, keinginan pribadinya sendiri. Ia budak dari nafsu. Dan karena itu, orang yang masih menjadi budak dirinya sendiri, ia akan berlagak dan sok-sokan ini dan itu.

Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena per tanggal 1 April 2016, Gubernur Lukas Enembe telah mengundang semua Bupati dan walikota se-Provinsi Papua untuk memandatangani Pakta Integritas tentang Perda Miras yang melarang baik konsumsi, produksi, distribusi maupun penjualan Miras di Tanah Papua.

Untuk memerdekakan kita OAP yang bermental budak, pimpinan provinsi harus mengambil tindakan tegas, melarang Miras di Tanah ini. Tindakan ini diambil untuk secara bersama-sama memerdekakan kita dari mentalitas, kepribadian, pola pikir, perilaku budak.

Sejak Perda Miras dideklarasikan berlaku, maka kita semua seharusnya merasa sudah mandiri. Bahwa Papua Mandiri yang sudah dicanangkan oleh Enembe – Tinal semakin dipacu untuk menjadi kenyataan. Kana tetapi siapa saja Anda yang suka, yang sering mengkonsumi miras, sadarlah dan akuilah, bahwa Anda budak zaman ini, seorang budak pejabat, budak ketua, budak kepala, budak bapak dan mama, bukak tua, budak muda, budak laki-laki, budak perempuan, budak mahasiswa, budak cendikiawan, budak anggota DPR, budak politisi, budak, dan budak. Budak yang berkelaran, berlagak seolah-olah orang merdeka, padahal orang lain jelas-jelas dan nyata-nyata melihatnya seorang budak yang najis.

Facebook Comments
tags: , , , , , ,

Related For Siapa Sering atau Suka Minum Miras, Dialah Budak Hari ini