bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Sistem Noken dalam Pemilu dan Sila ke-4 Pancasila

Saturday, March 19th 2016. | Perspektif

Intisari daripada sistem noken ialah sebuah hasil mufakat, yaitu sebuah sistem demokrasi yang sudah lama hidup di seluruh wilayah Melayu dan Melanesia, dia bukan pendatang baru. Itulah sebabnya dalam Sile Keempat Pancasila disebutkan Kepemimpinan dalam sistem permusyawaratan perwakilan. Jadi ada konsensus, ada kemufakatan dan ada perwakilan. Itu murni bunyi UUD 1945, dan itu murni bunyi Sila ke-Empat dari Pancasila.

Sila ke-4 Pancasila sudah jelas-jelas mengatakan kepemimpinan yang ada di Indonesia, dalam sistem Demokrasi Pancasila, ialah sebuah kepemimpinan berdasarkan permusyawaratan, oleh perwakilan. Di sini ada nilai “kemufakatan”, di sini berarti yang menyetujui sesuatu ada lebih dari satu orang. Lebih dari satu orang bermufakat atas sesuatu, dan berdasarkan mufakat itu diputuskan sesuatu. Sistem noken 100% mewupakan wujud nyata hari ini dari sila ke-empat. Selain itu memang sistem perwakilan yang ada di DPR dan DPD juga merupakan semua wujud perwakilan, tetapi cara suara disampaikan secara mufakat dari tingkat terbawah merupakan sesuatu yang patut kita pertahankan.

Jangan kita berpikir bahwa individualisme dan individualistik ialah patokan baku sehingga segala sesuatu dalam hidup ini harus diputuskan secara individu selalu dan selama-lamanya. Dalam konteks kehidupan masyarakat yang komunal dan kesukuan, di mana ikatan-ikatan sosial budaya begitu terikat erat, maka cara Pemilu sangat individualistik sebenarnya secara mendasar merobek-robek, merusak tatanan yang sudah mapan, yang sudah harmonis dan sudah berlansung usianya jauh lebih lama daripada usia demokrasi itu sendiri.

Demokrasi hari ini muncul seolah-olah dialah satu-satunya solusi bagi keadilan dan hidup makmur, padahal usianya berapa tahun? Masa anak bayi mengkleim diri pahlawan? Masa sistem noken yang sudah hidup puluhan ribu tahun tiba-tiba menjadi tidak benar hanya gara-gara demokrasi yang usianya masih bayi ini? Apakah kita semua tahu, apa yang akan kita petik sebagai sebuah etnis dan budaya setelah demokrasi yang individualistik ini merobek dan membongkar semua sistem sosial-budaya yang pluralistik dan sosialistik ini? Akhirnya anak dan cucuk kita akan mengutuk kita, “Dasar, dia kira pintar! Demokrasi yang dia bawah sudah merusak tatanan hidup kita orang Melanesia!”

Selain itu, demokrasi yang invidualistik sudah langsung menabrak dan merubah sila ke-4 dari Pancasila. Apakah kita di Indonesia masih menganggap sila-4 dari Pancasila masih ada? Apakah prinsip permusyawaratan perwakilan hanya berlaku di tingkat DPR dan DPD?

Facebook Comments
tags: , , ,

Related For Sistem Noken dalam Pemilu dan Sila ke-4 Pancasila