bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Tanah Jangan Dijual tetapi Disewakan Saja Kepada Saya

Saturday, March 12th 2016. | Bahasa Indonesia

Artikel yang saya upload dari Vanuatu Daily Post, sebuah Koran ternama di Republik Vanuatu tentang seorang entrepreneur yang kayaraya di Pulau Santo, yaitu pulau terbesar di Republik Vanuatu kepada kerabatnya yang mau jual tanah kepadanya.

Para kerabatnya, dia punya orang sendiri sebenarnya sudah ikhlas mau jual tanah kepada dia, tetapi dia katakan

They wanted to sell it to him but he advised them not to, telling them to think of the future of their children and their descendants. They are leasing him the land. (Mereka mau jual tanah itu kepada saya tetapi saya sarankan kepada mereka jangan, bilang mereka untuk memikirkan masa depan anak dan cucu mereka. Mereka kontrak/ sewa tanah itu kepadanya)

Kemandirian orang Papua harus dapat kita ukur dari perlakuan kita terhadap Tanah Leluhur yang ditinggalkan oleh nenek-moyang kepada orang Papua, “Apakah kita jual-belikan, ataukah kita sewa-kontrakkan?” Di mana letak kemandirian orang Papua kalau tanah Papua dibeli pendatang sampai habis, yang disebut OAP tinggalnya di pinggiran kota, yang dipanggil OAP rumahnya jauh di dusun-dusun, sementara di jalan-jalan protokol, di kota-kota besar, di perumahan-perumahan sudah secara permanen dan sah dimiliki oleh para pendatang karena NKRI menjadi penjualan Tanah, dan hak kepemilikan pribadi atas tanah.

Jhon Kwano sebagai pelaku usaha di Tanah Papua menanggapi sikap sang pengusaha Santo ini mengatakan:

Menjual Tanah sebenarnya sama dengan menjual diri sendiri, dan bukan hanya menjual diri sendir, tetapi menjual masa depannya, menjual anak-cucunya dan menjual nasib sebuah bangsa, sebuah tanah leluhur. Ini sebuah kejahatan lebih jahat daripada pembunuhan-pembunuhan yang selama ini kita tudur dilakukan NKRi lewat TNI dan Polri.

Kita harus belajar banyak tentang apa yang kita maksud dengan Papua Bangkit! Papua Mandiri! dan Papua Sejahtera! Kalau tidak kita akan tinggalkan orang Papua yang sudah bangkit itu di tanah air yang sudah dibeli orang. Sungguh memalukan!

Kebijakan sewa-kontrak tanah akan lebih berwibawa, lebih bermartabat sebagai manusia, lebih menunjukkan bahwa orang Papua sudah bangkit dari ketertiduran, dan sekarang mandiri mengambil keputusan-keputusan untuk kepentingan dirinya dan untuk anak-cucunya juga, untuk bangsanya dan tanah leluhurnya juga. Hanya dengan demikianlah, Papua Sejahtera! akan nyata. Kesejahteraan di atas tanah yang sudah dibeli habis atau tanah jarahan tidak pernah ada.

 

Facebook Comments
tags: , , ,

Related For Tanah Jangan Dijual tetapi Disewakan Saja Kepada Saya