bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Apa yang akan terjadi kalau Lukas Enembe Terpilih kembali menjadi Gubernur Provinsi Papua?

Wednesday, July 19th 2017. | Perspektif

Apa yang akan terjadi kalau Lukas Enembe Terpilih kembali menjadi Gubernur Provinsi Papua pada Pilkada 2019 untuk periode kedua bersama Klemen Tinal?

Ini pertanyaan yang diajukan oleh satu orang Supir Bandara Sentani, Jayapura kepada saya pada saat mengantar saya dari Bandara menuju ke PAPUAmart.com, Jl. Raya Sentani, Hawai. Perjalanan kami terjadi sekejap saja, karena hanya sejauh 2 KM, tetapi pertanyaan sang supir ini berisi jawaban yang berjarak jauh, bukan sekedar antar-jemput, tetapi menyangkut nasib dari kami Orang Asli Papua (OAP) di atas tanah leluhur kami. Ini sekejap yang terlintas dalam pikiran saya pada saat sang supir bertanya.

Saya tidak jawab selama sekitar 5 menit, padahal perjalanan kita hanya akan ditempuh dalam kurang dari 15 menit. Lalu saya jawab tiga hal yang saya antisipasi akan terjadi. Yang pertama, semua proyek pembangunan di atas Tanah Papua akan ditangani oleh perusahaan-perusahaan non-Papua, atau perusahaan-perusahaan yang mengatasnamakan orang OAP tetapi sebenarnya dimiliki oleh orang Amberi (non-Papua). Indikasi paling mungkin ialah para Kepala Dinas dan Kepala Biro yang berhubungan dengan proyek pembangunan yang mengeluarkan banyak uang (atau sering secara awam disebut biro dan dinas tempat basah) dijababat oleh orang-orang Amberi, sementara jabatan administrasi dan birokrasi seperti pemerintahan, administrasi, dan sejenisnya diberikan kepada OAP. Kelihatan Gubernur OAP, yang bicara banyak di media adalah OAP, atau kelihatan seolah-olah OAP, tetapi sebenarnya orang-orang Amberi yang menguasai sistem pemerintahan dan administrasi Provinsi Papua. Jadi, bunyinya akan besar dan gaungnya akan jauh, “Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera”. Kenyataan dan pengalaman yang kita alami sejauh ini ialah “Papua Mati! Tergantung dan Melarat!” Kematian, ketergantungan dan kemelaratan orang Papua akan berlanjut lima tahun berikutnya,.

Dari pengalaman saya sebagai seorang entrepreneur dan perintis dan pengelola netpreneur No. 01 di Tanah Papua, proyek atau dukungan terhadap kegiatan-kegiatan bersifat “membangkitkan perekonomian OAP tidak nampak”. Malahan kegiatan yang merusak dan menghambat yang banyak. Yang kelihatan justru mempekerjakan orang non-Papua, atas nama OAP. Contoh paling jelas, Gubernur Lukas Enembe dengan bangga meluncurkan toko papua mart di Sentani, Hawai, padahal toko ini berjarak 300 meter dari PAPUAmart.com yang didirikan oleh KSU Baliem Arabica setahun sebelumnya. Dan di dalam tokonya papua mart dipekerjakan orang-orang non-Papua, dikelola oleh orang non-Papua. Di mana ke-bangkit-tan Papua-nya? Bagaimana kita mau lihat Papua bangkit?

Contoh lain, Kepala Biro yang menangani urusan-urusan perekonomian diberikan kepada orang non-Papua, yang dari latar-belakang keluarga dan sosial-budayanya BUKAN pengusaha, BUKAN entrepreneur,m, tidak ada hubungan dengan ekonomi. Hanya karena sarjana ekonomi tentu saja tidak cukup. Saya akan salut beberapa kali, kalau Kepala Biro Perekonomian diberikan kepada Orang Indonesia keturunan China atau orang Indonesia dari Sulawesi Selatan (Makassar) daripada orang Indonesia yang jelas-jelas dari pribadinya dan dari sosial-budayanya tidak ada yang bergerak di bidang perekonomian. Saya secara pribadi mau katakan, urusan-urusan terkait dengan perekonomian di Tanah Papua, lewat Biro Perekonomian jadinya sama dengan biro Iklan Ekonomi Provinsi Papua, yang dengan mindset iklan berkampanya ke sana-kemari mempromosikan produk Tanah Papua, sumberdaya yang ada, dan berbicara tidak membangun pengusaha tetapi mengajak pengusaha main judil lebih daripada berbisnis secara sehat dan bermartabat.

Hal kedua yang bakalan terjadi ialah banyak izin penebangan hutan oleh perusahaan-perusahaan Kelapa Sawit dan kegiatan ekspor kayu olahan akan dilakukan secara terbuka dan dengan bangga oleh Lukas Enembe, dkk. Di satu sisi Lukas Enembe berbicara seolah-olah membela tanah leluhurnya, padahal di sisi lain beliau akan buta melihat dampak dari apa yang beliau lakukan buat tanah leluhurnya sendiri.

Memang psikologi masa/ penduduk OAP saat ini terjaga baik, terpupuk subur, hampir semua OAP berkehendak Lukas Enembe periode kedua adalah hal yang mutlak diperjuangkan. Akan tetapi mereka tidak akan sadar dampak jangka panjang dari kebijakan ekspor kayu dan penebangan pohon sagu demi sawit dan pembersihan hutan tropis demi pembangunan jalan raya, kelapa sawit dan kegiatan berlabel “pembangunan” lainnya. Lukas Enembe terlihat tidak teliti dalam mengambil langkah strategis.Matanya lebih tertuju kepada pemberian proyek-proyek pembangunan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan daripada membangun entrepreneurship di Tanah Papua. Padahal pembangunan ekonomi dalam artian sesungguhnya haruslah difokuskan kepada entrepreneurship, ya, itu kalau mau “Papua Bangkit!” untuk mandiri dan sejahtera. Kalau kita sekedar main iklan supaya dipilih lagi, ya tidak apa-apa.

Yang sangat mengkuatirkan ialah kehadiran para “mafia proyek” yang siang-malam, keluar-masuk, tidur-bangun selalu mengelilingin Gubernur Provinsi Papua. Mereka punya kata-kata manis, muka-muka senyum, dan selalu mengeluarkan kalimat dan kata-kata “pujian dan hormat!” Bukan hanya Lukas Enembe, tetapi semua pejabat di Tanah Papua, terutama OAP seharusnya sadar dan campakn, bahwa, “Yang layak menerima pujian dan hormat ialah Tuhan! Pencipta Tanah dan manusia Papua, bukan gubernur, bukan bupati, bukan anggota DPR, bukan kepala suku, bukan kita semua”. Dengan dasar pemikiran itu para pejabat di Tanah Papua seharusnya tahu persis bahwa barangsiapa datang dan selalu dengan kata-kata manis penuh pujian, mereka itulah utusan iblis, yang datang untuk menggoda dan menjatuhkan.

Hal ketiga yang bakalan terjadi ialah bahwa di satu sisi Guberur Lukas Enembe akan ditekan dengan dalil-dalil OPM, orang gunung, orang Kristen dan sederet stigma ikutannya. Lukas Enembe dan jajarannya akan terjerat di antara bicara supaya Jakarta senang atau bicara supaya OAP senang, bertindak supaya Amberi tutup mulut atau supaya OAP tidak tersinggung.

Yang harus dilakukan Gubernur Enembe di pemerintahan periode kedua ialah “keluar dari bingkai OPM, NKRI, Amberi, OAP” dan menjadikan dirinya sebagai seorang pemimpin untuk menyelamatkan bangsa Papua dari kepunahan dan membantu NKRI menerima kebijakannya. Ini butuh doa-doa syafaat dari segenap jemaat dan umat di Tanah Papua dan juga kerendahan hati dan kerja-keras dari beliau sendiri secara pribadi. Kita harus merdeka dulu, kita harus bangkit dulu, kita harus mandiri dulu, kita harus sejahtera dulu, baru berbicara tentang kebangkitan, kemandirian, kesejahteraan umat/ warga yang kita layani.

***

 

Itulah jawaban saya kalau Lukas Enembe menjadi Gubernur untuk periode kedua. Untuk periode yang sedang kita jalani, ada beberapa hal yang patut kita syukuri, secara fundamental, walaupun secara strategis administrasi pemerintahan banyak kekurangan yang mengkhawatirkan.

Saya harus bersyukur atas apa yang telah dilakukan Gubernur Lukas Enembe sejauh ini. Pertama karena penebangan Pohon Beringin Keramat di depan Kantor Gubernur Papua yang selama ini dijadikan sebagai tempat persembunyian para roh-roh pelet Amberi dalam rangka menguasai perekonomian di Tanah Papua. Saya juga bersyukur kepada Tuhan atas penerbitan Pakta Integritas dan Perda Miras yang sudah disahkan. Walaupun masih jauh dari harapan, masih saja ada anak OAP mabuk di depan PAPUAmart.com Hawai setiap malam, saya masih optimis, dampak Perda Miras ini dalam jangka panjang menyelamatkan nyawa orang Papua. Ini dua hal yang bisa saya ingat sebagai indikator “Papua Bangkit!” yang akan memicu kemandirian dan melahirkan kesejahteraan bagi orang Papua.

Rupanya sang supir bandara ini bukan pendukung Lukas Enembe, dia masih meragukan kalau Lukas Enembe menjadi gubernur untuk periode kedua, nasib orang Papua, terutama para supir di bandara Sentani akan terus terbengkalai. Saya bilang dia, mata Gubernur Papua tertuju kepada proyek-proyek pembangunan, buta dalam menengok kepada entrepreneur yang ada di Tanah Papua. Oleh karena itu, kalau para pengusaha kecil OAP, mama-mama OAP di pasar yang saat ini masih saja jualan di atas tanah, para OAP pemilik toko dan kios di Tanah Papua haruys sabar menunggu Gubernur selain Lukas Enembe, setelah Lukas Enembe menghabiskan periode keduanya, baru berdoa supaya Tuhan berikan Gubernur lain yang mengerti entrepreneurship, karena akar kebangkitan orang Papua ada di dalam entrepreneurship, bukan dalam proyek-proyek pembangunan jalan raya, pembangunan bandara, yang manfaat besarnya didapatkan oleh pihak Amberi.

Facebook Comments
tags: , , , ,

Related For Apa yang akan terjadi kalau Lukas Enembe Terpilih kembali menjadi Gubernur Provinsi Papua?