bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Bangsa Papua tidak bisa move on dari masa lalu

Thursday, January 12th 2017. | Inspirasi

Sifat pertama orang negatif, menurut artikel yang barusan saya copy dan paste di papua.business, mengatakan

Orang yang negatif itu tidak bisa move on dari masa lalu

Sifat negatif pertama dari orang Papua, yaitu sifat saya sendiri selama ini, yang saya akui dan saat ini saya sedang benci, adalah sifat “tidakbisa move on dari masa lalu”, atau dengan kata lain, “selalu mengungkit-ungkit masa lalu sebagai penyebab masalah yang dihadapi hari ini”

Benar memang, sejarah atau masa lalu melukis masa kini, masa kini merupakan kelanjutan dari masakini. Akan tetapi, kita lupa bahwa kita memiliki kuasa, yaitu kreatifitas atau daya-cipta yang diberikan Sang Pencipta kepada kita untuk “menciptakan sejarah”, dan “merombak sejarah”. Dayacipta manusia inilah yang selalu ditekan oleh bangsa Papua dengan menganggap nasib bangsa Papua seperti begini dan begitu karena kesalahan sejarah.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa kita harus belajar dari masa lalu, itu benar, akan tetapi itu bukanlah berarti kita harus berlarut-larut di masa lalu, entah itu masa lalu yang menggembirakan dan mengherankan ataupun masa lalu yang mengecewakan dan menyedihkan. Kita sebagai sebuah bangsa harus keluar dari kekangan dan kungkungan, ikatan dan jerat psikologis yang kita ciptakan sendiri, yang membuat kita selalu melihat diri kita dari kacamata negatfi dan pesimis.

Pesimisme dan negatif muncul karena orang Papua saat ini menganggap masa depan bangsa Papua dirampas oleh Jakarta, kemakmuran bangsa Papua dijarah oleh Jakarta, orang Papua dianaktirikan, orang Papua diteror dan dibunuh, orang Papua diabaikan dan pada waktu yang sama ditekan sehingga tidak berkembang.

Ada sedikit kesalahan terjadi di pemerintahan tingkat mana saja di Tanah Papua, semua orang Papua menjadi dosen-dosen “Kesalahan NKRI!” Semua tahu tentang Pepera 1969, semua tahu tentang Operasi Koteka, semua tahu tentang Resolusi PBB tentang Pepera 1969, semua tahu tentang Contract of Work I, Freeport McMoran Gold & Copper Inc. dengan Soeharto di tahun 1967. Orang Papua akan berikan kuliah siang-malam tentang kesalahan-kesalahan Jakarta, tentang kekurangan-kekurangan Jakarta, tentang apa saja yang dianggap “SALAH” oleh bangsa Papua terhadap Jakarta.

Di otak setiap orang Papua, di manapun kami berada, kami selalu menyimpan memori “Kesalahan NKRI atau Kesalahan Jakarta” sebagai file nomor satu. Apa saja terjadi, entah itu Presiden Joko Widodo datang kunjungi Papua 100 kali per tahun-pun, entah itu pembunuhan di Paniai-pun, entah baik ataupun buruk, SEMUANYA dilihat dari kacamata “negatif”, dari kacamata “pesimis”. Inilah yang saya mau sebut sebagai “kacamata khas Papua, buatan NKRI!” Kacamata ini selalu melihat semua hal negatit, tidak satupun positif.

Mari, pada tahun 2017 ini, kita tinggalkan sejarah kelam, sejarah pahit, sejarah penuh ini dan itu, apapun itu. Sejarah mmang sejarah, sejarah dapat menjadi pelajaran hidup, tetapi sejarah adalah sejarah. Masa kini adalah masa kini. Hari esok ditentukan oleh hari ini. Di atas semua itu, kita diberi kuasa untuk “berdaya-cipta”, karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Sang Pencipta yang empunya dayacipta yang “maha”. Kita ciptakan masa depan Papua dengan melupakan masa lalu, dan move on dengan kehidupan hari ini, demi hari esok yang lebih baik: Yogotak hubuluk motok hanorogo, itu moto Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya, dari mana mayorita bangsa Papua berasal.

Facebook Comments
tags: , , , , ,

Related For Bangsa Papua tidak bisa move on dari masa lalu