bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Gampang-gampang sulit, bagi OAP menjadi tuan di negeri sendiri

Friday, June 16th 2017. | Perspektif

Jayapura, Jubi Menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bagi orang asli Papua (OAP) gampang-gampang sulit, namun semua perjuangan itu menjadi gampang kalau lembaga adat di tanah Papua diperkuat. Apalagi di tanah Papua kepemilikan lahan di tanah Papua secara kolektif dan bukan secara individu.

“Perjuangan kolektif yang bisa dilakukan karena negara ini sangat memperhitungkan kelembagaan dibanding individu. Kalau individu tidak akan pernah dipedulikan, langsung ditarik,” kata Dr Frans Reumi, dosen Fakultas Hukum Universitas saat melaunching buku berjudul Menjadi Tuan di Negeri Sendiri yang diterbitkan Dewan Adat daerah Paniyai, Kamis (15/6/2017) di Aula P3W GKI Padangbulan, Kota Jayapura.

Dia menambahkan lembaga adat di Tanah Papua harus diperkuat dan juga perjuangan secara kolektif harus dilakukan secara menyeluruh dan tuntas.

Penulis buku John Gobay, Dewan Adat Meepago mengatakan ada dua pilihan orang Papua menjadi tuan di negerinya sendiri. Pertama, Pemerintah dan masyarakat adat harus menetapkan sebuah wilayah adat. Pemetaan wilayah adat suku, klen dan marga untuk memastikan kepemilikan kolektif atau individu. Kedua, pengutamaan pemberian izin kepada orang Papua yang sudah siap. Orang yang sudah siap secara otot maupun mentalnya harus mengolah pertambangan.

“Beri kami kesempatan untuk menyatakan kami bisa,”tegas Gobay dalam pemaparan materinya seraya menambahkan orang Papua harus mendapat kesempatan mengelola pertambangan rakyat.
Dia menegaskan kalau mendapat ijin, Orang yang kelola harus sadar dan orang harus tahu adat bagaimana pengelolaan itu tidak merugikan masyarakat adat.

Lebih lanjut dikatakan, mimpinya ke depan agar oran asli Papua bisa kelola sumber daya alamnya sendiri, namun kenyataannya tidak semudah itu bagi orang asli Papua mendapatkan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) . “Orang Papua hanya menjadi penonton bagi yang mendapatkan ijin usaha pertambangan,”katanya.

Dia mengatakan kalau pihak lain mendapatkan ijin itu hanya melalui jaminan surat pemetaan wilayah pertambangan ke pemodal tetapi sangat yakin anak Papua juga bisa melakukannya.

“Kalau kami tahu itu, kami juga bisa hanya tidak ada jaminan. Karena itu kami minta jaminan yang pasti dari pemerintah untuk mengolah pertambangan,”katanya.

Dalam rangka anak orang asli Papua mengelola pertambangan, Gobay mendesak pemerintah agar segera menetapkan model wilayah pertambangan. Apalagi kata dia wilayah adat Mepagoo ini mempunyai potensi unggulan pertambangan.

“Pemerintah harus menetapkan model pertambangan orang Papua bisa kelola negerinya sendiri,”katanya. Dia menambahkan saat ini tidak ada Undang-undang yang mengatur pemilik hak ulayat sehingga tidak bisa mendapatkan ijin usaha.

John Gobay penulis buku berjudul Menjadi tuan di negeri sendiri dengan tambang di Tanah Papua menjelaskan masyarakat adat mempunyai sejarah yang panjang dalam pengelolaan sumber daya alam(SDA) di dunia dan juga di tanah Papua mereka merasa disingkirkan dari tanah adat mereka demi investasi dan itulah pergumulan mereka selama ini. Ironisnya kata Gobay dalam bukunya UU Otsus Papua yang sebenarnya mempunyai pasal yang memberikan kekuatan bagi masyarakat adat tetatpi tidak dilakukan oleh pemerintah daerah dan investor.

Dia juga menjelaskan bahwa manusia Papua dapat dibedakan menjadi masyarakat yang nomaden dan masyarakat pekerja keras, hari ini menjadi malas terutama akibat adanya kekerasan yang berawal dari tentara Nipon (Jepang sejak Peran Dunia Kedua) sampai dengan operasi militer di Tanah Papua. Kata dia hal ini menyebabkan masyarakat adat lari menyelamatkan diri dan bersembunyi di hutan-hutan sehingga kebun-kebun berubah menjadi ilalang, babi-babi ditembak membuat masyarakat patah semangat untuk bekerja.

Selanjutnya kata dia diperparah lagi dengan bantuan pemerintah dan swasta yang membuat warga menjadi mental proyek yang mengharapkan bentuk melalui kelompok kelompok yang bertentangan dengan budaya kerja melalui bantuan Inpres Desa Tertinggal (IDT), bandes, Respek dan lain-lain. Buku yang dilaunching setebal  72 halaman terdiri tiga bab.  Bagian ketiga lebih banyak menyoroti menjadi tuan di negeri sendiri dengan tambang. Ruang kelola tambang rakyat bagi pengusaha dan tambang rakyat bagi orang Papua. Selain itu dia juga mengulas soal Review KK dari PT Freeport Indonesia. (*)

Facebook Comments
tags: , , ,

Related For Gampang-gampang sulit, bagi OAP menjadi tuan di negeri sendiri