bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Orang Papua Itu Selalu Mengeluh: Emangnya Jakarta Nenek-Moyangmu?

Thursday, January 12th 2017. | Perspektif

Ciri kedua dari orang negatif, sebagaimana telah saya copy-paste di situs saya papua.business menyatakan:”

Orang Yang Negatif Itu Selalu Mengeluh

Ya, betul “selalu mengeluh” adalah ciri kedua dari orang negatif. Well, dalam hal ini saya nyatakan sebagai “bangsa negatif”, karena kita berbicara tentang kebiasaan dan sikap “Papua” sebagai sebuah bangsa di dalam NKRI.

Kapan Papua Bangkit? kalau manusia di dalam bangsa itu selalu mengingat hal-hal pahit dan hal-hal tidak baik, tidak pernah merayakan hal-hal baik dan keberhasilan dari sejarah hidup bangsanya?

Dalam artikel sebalumnya, sudah disebutkan bahwa terutama dengan deklarasi Pakta Integritas tentang Pelarangan Minuman Keras di Tanah Papua, dan beberapa tindakan Gubernur Provinsi Papua yang lain sudah cukup menunjukkan bahwa Papua “Sudah bangkit!’ dari motto Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera itu target pertama sudah tercapai.

Tulisan-tulisan dalam blog ini dan blog lain dalam jaringan PAPUAmart.com Group Companies milik KSU Baliem Arabica disampaikan dalam rangka mendorong realisasi motto gubernur pertamda dari Pegunungan Tengah Papua dimaksud.

Dengan kehadiran tahun 2017 ini, mari kita orang Papua, mari kita bangsa Papua, mari kita menjadi dewasa, ambil tanggungjawab ke tangan sendiri, jadilah dewasa, jangan kekanak-kanakan. Anak-anak kecil punya kelakuan yang selalu kita perhatikan, pertama dia tidak pernah mengaku kesalahan, kedua dia selalu mencari orang lain untuk disalahkan. Kalau ini ciri bangsa Papua, maka sadarlah, orang Papua sebagai sebuah bangsa masih kanak-kanak.

Oleh karena itulah, anak yang suka mengeluh itu harus dibebaskan, dimerdekakan, diterjunkan ke dalam realitas dunia-nya sendiri, sehingga dia melihat dirinya sendiri, resiko dari keputusannya sendiri, dan kalau salah, akhirnya menyalahkan dirinya sendiri, dan selanjutnya, mengaku bahwa dia sendiri yang salah, bukan siapa-siapa.

 

Orang Papua Itu Selalu Mengeluh: Emangnya Jakarta Nenek-Moyangmu?

Ini penegasan dalam bentuk pertanyaan yang harus kita jadikan sebagai “mantera” sehingga entah itu keterbelakangan, kemiskinan, keterpurukan, banjir, longsor, keterisolasian, sampai pembunuhan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua, sekarang orang Papua harus bertanya keapda dirinya sendiri, secara pribadi dan secara kolektif, “Emangnya Jakarta nenek-moyangmu?”, supaya dengan demikian, kita sekalian keluar dari kekangan sejarah, kita keluar dari pola pikir kanak-kanak, kita terus memacu diri, membangun diri, mengejar ketertinggalan dalam berbagai aspek kehidupan kita, bukan duduk merenung dan mengeluh tentang perbuatan orang lain, perbuatan Jakarta.

Facebook Comments
tags: , , ,

Related For Orang Papua Itu Selalu Mengeluh: Emangnya Jakarta Nenek-Moyangmu?