bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

Persoalan Tanah Adat Papua dan Kemandirian Orang Papua

Friday, June 16th 2017. | Perspektif

Walaupun arah pemikiran John Gobay dari Dewan Adat Meepago bertentangan dengan pemikiran saya, paling tidak usulan langkah yang diajukan Gobay dalam bukunya sebagian masih dalam rel yang benar. Hal yang bertentangan dengan pikiran saya ialah pertama-tama melihat lingkungan alam sebagai Sumber Daya Alam (SDA), yang kemudian melahirkan pertentangan kedua, yaitu mengelola SDA dimaksud untuk kepentingan manusia. Pada saat manusia melihat alam sekitar sebagai SDA, maka ia pasti akan berbicara tentang eksplorasi dan ekspolitasi SDA dimaksud. Jarang sekali orang melindungi alam padahal mereka melihatnya sebagai SDA. Dengan melihat dan menyebut lingkungan alam sebagai SDA, sudah secara otomatis midset dan paradigma berpikir yang eksploitatif terpancar di sana.

Oleh karena itu, kalau advokasi yang dilakukan adalah untuk pindah-tangan (take-over) eksploitasi lingkungan alam oleh tangan-tangan pendatang kepada tangan-tangan orang Papua sebagai hasil dari pengelolaan SDA sebagaimana dimaksud John Gobay, maka ini sebuah pandangan yang salah fatal.

Peta wilayah adat memang benar-benar dibutuhkan saat ini, baik oleh pemerintah daerah di Tanah Papua maupun oleh masyarakat adat (MADAT) sendiri. Banyak suku, banyak LSM dan lembaga pemerintah menaruh perhatian kepada wilayah adat MADAT Papua.

Walaupun Gobay melihat peta wilayah adat yang dimaksudkannya sebagai solusi, saya, Jhon Yonathan Kwano melihat cara-pandangan dan usulan yang diberikan Gobay merugikan orang Papua dari sisi eksistensinya sebagai sebuah bangsa, dan sangat merugikan kepetingan dan hak-asasi lingkungan alam untuk tetap ada sebagaimana adanya, seperti yang telah diwariskan nenek-moyang kepada kita saat ini.

Saya berharap kiranya para tokoh adat seperti John Gobay, Lennis Kogoya, dan lainnya yang menggunakan topi dan pangkat Adat, Suku dan Budaya, agar tidak memanfaatkan “adat” sebagai alat untuk merusak alam dan adat Papua, untuk mengeksploitir lingkungan alam sekitar yang begitu kaya keberagaman biologi dan sosial-budayanya.

Kemandirian sesunggunya bagi orang Papua bukan pada kekayaan, kemakmuran, kesejahteraan, berapa banyak uang yang dihasilkan dari pertambangan yang diusulkan John Gobay. Juga tidak sama dengan yang dikatakan Lukas Enembe, di mana orang Papua bangkit untuk mandiri secara ekonomi supaya menjadi sejahtera. Sama sekali tidak.

Kemandirian yang sesungguhnya bagi orang Papua terletak pada “berapa besar tanah Adat”, peninggalan nenek-moyang bangsa Papua MASIH dikuasai, dimiliki, atau tdiak dijual oleh Orang Asli Papua. Berdasarkan itulah, kita bisa bertanya dan menjawab pertanyaan John Gobay dan mengatakan kepadanya,

“sebenarnya tidak susah-susah gampang untuk menjadi tuan rumah di atas negeri sendiri Tanah Papua, hanya dengan mengamankan kepemilikan tanah leluhur tetap dimiliki semuanya oleh orang Papua, maka secara otomatis, orang Papua sudah menjadi mandiri kembali, sama seperti nenek-moyang kita-pun pernah mandiri sebelum pendatang atas nama agama, dagang, pemerintah datang kemari.”

Jadi, persoalan “kemandirian” orang Papua di Tanah Papua terletak kepada cara pandang para tokoh Adat seperti John Gobay melihat tanah adat dan lingkungan alam sebagai “SDA”, bukan sebagai makhluk sesama yang sama-sama punya hak untuk hidup, oleh karena itu harus dilindungi, bukan dieksploitir dan dihabisi seperti rencana John Gobay seperti diungkapkannya dalam bukunya.

Semua tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, atau semua orang Papua saat ini sebaiknya jangan bicara tentang over-tangan perusahaan untuk menghancurkan lingkungan alam Papua, tidak bicara tentang proyek-proyek yang merekayasa MADAT Papua secara sosial, tidak berbicara selalu antroposentris dan demi keuntungan ekonomi dalam bentuk nominal uang. Mari kita berbicara tentang kebersamaan, keberlangsungan, kebersehajaan dan kenikmatan hidup, bukan kemewahan, kesejahteraan, kemakmuran, dan sejenisnya yang sebenarnya sangat semu dan bersifat menipu diri sendiri dan sesama.

Facebook Comments
tags: , , , ,

Related For Persoalan Tanah Adat Papua dan Kemandirian Orang Papua