About Us

About Us: PAPUAmandiri.biz

PAPUAmandiri.biz ialah sebuah bisnis untuk kemandirian Papua. Bisnis secara ekonomi, bisnis moral dan bisnis secara sosial-budaya dan terutama bisnis secara psycho-social.

PAPUA Mandiri sebagai sebuah bisnis walaupun tidak berdiri oleh karena atau sebagai tindak-lanjut tetapi secara bersama-sama dengan apa yang terjadi di Indonesia dengan misi Presiden NKRI Joko Widodo untuk melakukan “revolusi mental” dan visi/misis Gubernur Papua mewujudkan sebuah Papua yang bangkit, mandiri dan sejahtera, maka saya Jhon Yonathan Kwano, sebagai salah satu orang manusia yang dilahirkan di Tanah Papua, dan yang ada saat ini sebagai Kepala Unit Sales & Marketing KSU Baliem Arabica dan Direktur Utama PAPUAmart.com, dari sisi bisnis secara ekonomi dan psiko-sosial mewajibkan diri membangun sebuah platform wacana dalam rangka

  1. meletakkan orang Papua sebagai orang Papua seorang diri, tanpa kaitannya dengan orang Jawa, orang Makassar, orang Batak, orang Bali, Orang Kristen, Orang Barat, dan sebagainya; tetapi sebagai orang Papua di dalam dirinya, seorang diri sebagai “orang Papua”;
  2. melihat dan menilai orang Papua terhadap dirinya sendiri berdasarkan apa yang ada pada dirinya, dari dirinya dan untuk dirinya sendiri, tanpa memproyeksikan dirinya kepada oknum atau pihak lain, tanpa mengkambing-hitamkan atau menyanjung-agungkan pihak luar manapun, tetapi berlandaskan apa yang ada pada dirinya sendiri;
  3. menilai dan membantu dirinya sendiri menemuka dirinya sebagaimana adanya;
  4. dengan dasar pengenalan diri itu, bergerak, bangkit, menolong dirinya sendiri, memacu dirinya sendiri, dengan mengerahkan segala kapasitas dalam kelebihan dan keterbatasannya, meraih cia-cianya, sampai seoptimal mungkin, yaitu setinggi-tingginya mungkin.

Identitas Orang Papua Tidak Ditentukan oleh Pihak Luar

Sebagai orang Papua, kita semua harus berprinsip, kalau mau supaya Papua Bangkit! Papua Mandiri! dan Papua Sejahera! dan kalau kita mau merevolusi mentalitas orang Papua, maka saya dan saya masing-masing sebagai orang Papua haruslah menilai diri sendiri, menengok kelebihan dan kekurangan sendiri sebagai individu, keluarga, marga, suku, bangsa secara ekslusif berdasarkan diri saya sendiri, tanpa melihat diri saya sebagai pantulan dari hubungan saya dengan orang lain, entah itu orang lain sebagai se-agama, sepulau, se-propinsi, se-negara dan sebagainya.

Kita harus menilai diri kita sebagai kita sendiri, oleh kita sendiri, terpisah dari siapapun, terpisah dari apapun, terpisah dari manapun.

Identitas Papua ialah “identitas Papua”. Oleh karena itu, orang Papua harus melihat diri sendiri sebagai Papua dalam kaitannya dengan Tanah Papua, dan dalam kaitannya dengan keluarga, marga, suku dan bangsanya sendiri, dengan secara sadar mengeluarkan siapapun yang dari luar Papua, entah itu sebagai negara, sebagai agama, sebagai partai politik, sebagai institusi, sebagai jabatan.

Orang Papua tidak boleh disamakan dengan orang Kristen. Orang Papua bukanlah orang Golkar atau PDIP atau Demokrat. dan sebagainya. Orang Papua ialah orang Papua.

Dari Identitas ini Kita Membangun Sebuah Paradigma Berpikir yang Positivist dan Progressive untuk Membangun Diri Sendiri dan Tanah Leluhur Sendiri

Dengan paradigma berpikir tentang diri sendiri seperti ini, maka kami harapkan kemudian orang Papua akan melihat:

  1. apapun yang terjadi pada diri orang Papua, kita harus melihatnya sebagai sebuah tantangan, bukan sebagai masalah, apalagi sebagai malapetaka;
  2. apapun yang terjadi pada diri orang Papua, kita harus melihatnya sebagai peluang-peluang untuk terus mengarungi kehidupan ini, bukan sebagai hambatan-hambatan yang membuat kita menjadi terhenti dan menyesali; dan
  3. berdasarkan pandangan positivist seperti ini, maka berpikir lebih ke depan, bukan ke belakang, bukan bercerita dongeng dan sejarah, tetapi melihat ke depan, apa yang dapat diraih dan patut diperjuangkan oleh orang Papua dari hari ini sampai ke hari esok;
  4. dan lebih daripada itu, orang kebangkitan orang Papua haruslah terbukti bukan hanya dengan progresif positivist tetapi prospektif dan agresif, meraih setiap peluang dan merebut hari esok pada hari ini juga.

Dengan blog ini saya bermaksud mengorek identitas dan eksistensi, paradigma berpikir orang Papua tentang dirinya sendiri dalam kaitannya dengan dirinya sendiri. Dengan pendekatan ini kita secara sadar mengesampingkan dan melupakan eksistensi pihak lain dan dengan sadar melihat tidak ada interaksi dirinya dengan pihak lain  pada saat melihat dan menilai dirinya sendiri dalam rangka memandang prospek ke-Papua-an kita ke depan.

Dengan menggali dan memahami diri sendiri, maka pemikiran positivist akan lahir, dan atas dasar pemikiran-pemikiran positivist-lah akan melahirkan energi dan semangat professive di dalam diri pribadi lepas pribadi dan kelompok lepas kelompok orang Papua di manapun kami berada.

Doa Penutup

Ya, Tuhan Pencipta langit dan Bumi, pencipta kami bangsa Papua di Tanah. Aku mohon kepada-Mu ya, Tuhan, kiranya Engkau sebagai Pencipta kami, yang menempatkan kami di atas Tanah Papua, mengajarkan kepada kami secara gamblang, siapa diri kami, apa kelebihan kami untuk dipupuk, dan apa kekurangan kami untuk diimbangi, dalam rangka memajukan diri kami sendiri orang Papua, dalam rangka membangun sebuah Tanah Papua sebagai Firdaus, Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi.

Bisnis saya ialah membangun sebuah paradigma berpikir yang positivist dan progressive, sekaligus progressif dan agresif dalam diri orang Papua sehingga sebagai hasilnya manusia Papua bangkit dan memacu diri masing-masing, mengejar ketertinggalan dalam segala aspek, tanpa menyalahkan siapapun dan di manapun, tetapi melihat ke dalam diri kita sendiri masing-masing, mengelola apa yang kami masing-masing miliki, dan memacu demi masa depan kami sendiri-sendiri.

Biarlah pada akhirnya, entah kegagalan yang kami masing-masing capai atau kesuksesan, itu menjadi tanggungjawab kami sendiri sebagia orang Papua, tanpa menyalahkan siapapun. Itulah jalan terbaik untuk akhirnya membawa hormat dan kemuliaan bagi nama-Mu. Amin!

Facebook Comments